
Uzone.id – Seruan ‘All Eyes on Bandung’ jadi trending topik di X imbas penembakan gas air mata yang dilakukan aparat ke area kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas).
Lewat video yang beredar di X, asap gas air mata tampak bergerak ke arah para perserta aksi unjuk rasa yang sedang berada di area kampus. Padahal, baik Unpas maupun Unisba merupakan titik evakuasi unjuk rasa.Di lain video, sejumlah peserta aksi yang tampak panik langsung memasuki salah satu gedung untuk evakuasi. Tak sedikit yang masuk sambil membopong korban yang pingsan akibat tembakan gas air mata tersebut.
Beberapa mahasiswa pun terlihat langsung mengambil rekaman video dari kejadian ini. Platfom X pun langsung ramai dipenuhi cuitan yang mengabarkan informasi terkini di Bandung, terutama di sekitaran Unisba dan Unpas.
Berdasarkan cuitan akun X @barengwarga saat kejadian tersebut, ambulance tidak dapat mendekati area Unisba untuk melakukan pertolongan.
Dari berbagai sumber yang dihimpun oleh Uzone, Ridho Dawan selaku Presiden Mahasiswa Unpas menuturkan bahwa sebelumnya mahasiswa melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Jawa Barat pada Senin (1/9).
Area kampus Unpas dan Unisba pun ditetapkan sebagai titik evakuasi. Saat aksi unjuk rasa dilakukan, memang sempat ada kericuhan. Sekitar pukul 17.17 WIB massa mulai melempar air minum kemasan ke halaman gedung.
Tak lama, mereka juga mulai membakar spanduk yang semula digelar di pintu masuk gedung DPRD kota Bandung tersebut. Massa kemudian rehat sejenak saat adzan maghrib berkumandang.
Setelahnya, mereka kembali berorasi. Tuntutan dalam demo ini adalah desakan agar pemerintah mengesahkan rancangan UU Perampasan Aset dan segera mencopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Massa aksi kemudian membubarkan paksa sekitar pukul 18.22 WIB. Aparat kemudian menyisir lokasi demo menggunakan kendaraan roda dua dan beberapa kendaraan taktis. Menurut beberapa sumber, para aparat tampak menangkap peserta aksi yang terlambat membubarkan diri.
Polisi kemudian masuk ke area Unpas sekitar pukul 23.30 WIB. Aparat kemudian melakukan penembakan sekitar 30 selongsong gas air mata ke arah massa, posko medis, titik evakuasi, dan sekretariat UKM.
Akibat dari kejadian ini, tak sedikit korban yang berjatuhan. Area kampus yang seharusnya jadi zona aman malah jadi zona “perang”. Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.
Di sisi lain, Rektor Unisba yakni Prof. A. Harits Nu’man mengaku bahwa sejak kemarin ia ikut bertahan di kampus. Ia pun turut memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut.
Ia menyebut kerusuhan terjadi akibat gerombolan massa yang memblokir Jalan Tamansari. Massa diketahui bergerak dari Jalan Trunojoyo, Sundajana, hingga Jalan Taman Radio, serta memblokir sejumlah jalan lainnya.
Namun, Prof. A. Harits Nu’man menuturkan bahwa ia sendiri tidak mengetahui siapa saja massa tersebut. "Nah itulah yang menyebabkan kerusuhan tadi malam, sehingga informasinya berkembang menjadi liar," ungkap Prof A Harits Nu'man, mengutip dari Detik.com.
Lanjutnya, "Massa itulah yang di sweeping oleh aparat kepolisian, karena ini kan bukan area kampus kita, ini adalah ara publik ya, namanya juga Jalan Tamansari bukan Jalan Unisba, Jalan Harian Banga, bukan Jalan Unisba, itu jalan umum yang diblokir oleh segerombolan tadi, wallahualam siapa yang memblokirnya, tetapi massa ada di situ, dan beredar di sekitar kampus kita."