icon-category Digilife

Ismail Fahmi: Larang Semua Aplikasi yang Minta Selfie e-KTP

  • 28 Jun 2021 WIB
  • Bagikan :

    Ilustrasi (Foto: Tomi Tresnady / Uzone.id)

    Uzone.id - Data pribadi milik warga Indonesia diduga bocor melalui foto selfie sambil memegang e-KTP. 

    Ada akun Facebook bernama Wira Andara yang mengklaim punya jutaan data pribadi konsumennya. Akun yang sudah hilang ketika dicek oleh kami, membagikan kolase foto-foto selfie warga Indonesia sambil memegang e-KTP.

    "Tolong acc ya min. Ready jutaan stok data bergaransi. semua konsumen-konsumen saya. Saya berikan garansi semua syarat garansinya cukup screnshot bukti gagalnya saja. Lengkap foto KTP selfie KTP KK dan NPWP, itu baru screenshot yang digaleri belum lagi yang di drive. Rate/harga tergantung pembeli butuhnya apa saja. Sistem kirim data duluan + terus bayar + dan garansi," tulis Wira Andara.

    BACA JUGA: Kominfo Tanggapi Foto KTP Selfie Warga RI Diduga Dijual di Internet

    Penjualan data pribadi lewat media sosial itu pun mendapat reaksi dari pakar media sosial dari Drone Emprit and Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, pada Sabtu (26/6/2021).

    Ismail mengaku "ngeri" melihat postingan Wira Andara. Dia pun meminta Kominfo dan BSSN untuk mempertimbangkan pelarangan semua aplikasi publik yang meminta foto e-KTP, foto Kartu Keluarga dan foto selfi bareng e-KTP.  

    Foto: Facebook

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memberikan pernyataan mengenai dugaan kebocoran foto selfie e-KTP ini.

    "Kami sedang melakukan penelusuran lebih lanjut terkait informasi mengenai dugaan penjualan foto selfie KTP secara tidak sah," kata Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi, lewat pernyataan resmi pada Jumat (25/6/2021).

    Menurutnya, langkah tegas juga akan dilakukan. Kominfo akan berkoordinasi di internal maupun dengan Kementerian atau Lembaga terkait.

    "Jadi segala bentuk pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku," katanya.

    Dia pun mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam menjaga keamanan data pribadi dengan tidak menyebarkan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan dan agar masyarakat menjaga keamanan perangkat elektronik yang digunakan untuk menyimpan data pribadi.

     

     

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini