
Festival makan daging anjing kembali digelar di China pekan ini, kendati dunia mengecam keras tradisi yang sudah berlangsung puluhan tahun itu.
Di Yulin, pedagang daging anjing tetap melakukan rutinitasnya. Mereka berdagang daging anjing dan berbagai menu yang terbuat dari hewan yang disebut sebagi sahabat terbaik manusia itu.
Sebelumnya, pemerintah China dikabarkan akan melarang pergelaran festival yang kerap diadakan jelang musim panas itu. Selain itu, kelompok pembela hak hewan mengatakan bahwa pedagang daging anjing dan pemerintah telah mencapai kesepakatan untuk hanya menampilkan daging anjing dalam jumlah terbatas.
Namun, festival yang digelar selama sepuluh hari hingga akhir Juni tersebut, tetap menampilkan puluhan anjing yang telah dikuliti di atas meja panjang, siap dimasak.
Konsumsi daging anjing tidak dilarang di China, namun kelompok pembela hak hewan berusaha mengurangi penjualan daging hewan tersebut di festival Yulin.
“Kendati tidak ada larangan konsumsi daging anjing di China, tahun ini penjualannya menurun dan semakin banyak anjing yang bisa diselamatkan dari festival kejam ini setiap tahunnya,” kata Irene Feng dari Animals Asia, kepada AFP.
Sementara juru bicara HSI Wendy Higgins mengatakan menutup festival Yulin hanyalah kemenangan kecil, namun penting.
“Mengakhiri pergelaran Festival Yulin mungkin terlihat sebagai kemenangan yang kecil, tapi itu adalah langkah yang sangat penting,” kata Higgins.
Sementara Li Yongwei, warga Yulin mengatakan konsumsi daging anjing sudah merupakan tradisi di kotanya dan tidak ada bedanya dengan daging lainnya.
“Apa bedanya memakan daging anjing, dengan ayam, sapi atau babi?” kata Li.
“Ini adalah bagian dari kebudayaan lokal. Tidak seharusnya Anda memaksa orang melakukan apa yang mereka tidak mau. Merupakan hak asasi seseorang menentukan apa yang mereka ingin makan,” dia menambahkan.
Hal serupa disebutkan oleh Chen Bing. Dia mengatakan pemerintah tidak bisa begitu saja membatalkan pelaksanaan festival yang sudah berlangsung puluhan tahun.
“Festival ini akan terus berlangsung. Ini adalah keistimewaan di Yulin. Semua orang di kota ini memakan daging anjing dan itu adalah tradisi,” kata dia.