
Uzone.id — Dunia maya dihebohkan dengan isi 3,5 juta dokumen berisi kejahatan yang dilakukan oleh Jeffrey Epstein selama hidupnya. Kasus ini menyeret nama-nama besar seperti Bill Clinton, Donald Trump bahkan pemimpin teknologi seperti Elon Musk, Bill Gates dan Sergey Brin.
Elon Musk dan Bill Gates jadi yang paling disorot saat ini, pasalnya keduanya punya hubungan langsung dengan Epstein serta disebut beberapa kali dalam isi dokumen tersebut.Elon Musk misalnya, pada tahun 2012 lalu ia pernah ketahuan bertemu dan berkirim pesan dengan Epstein melalui email, isi pesannya menunjukkan bahwa keduanya menghabiskan waktu bersama di Karibia selama liburan dan beberapa kali berencana hadir di pulau pribadi Epstein.
Kejadian ini terjadi pada 2012 hingga 2014 dimana Musk dan Jeffrey Epstein beberapa membahas terkait kunjungan mereka ke pulau dan pesta tertentu, namun karena adanya agenda yang bersinggungan, keduanya beberapa kali tidak jadi melakukan pertemuan.
Sementara itu, hubungan Bill Gates dan Jeffrey Epstein cukup membuat geleng-geleng jika dibandingkan dengan Elon Musk.
Dari bocoran dua email yang dikirim Epstein kepada dirinya sendiri pada 18 Juli 2013, ia menyebut kalau Bill Gates mencoba untuk mendapatkan akses obat terlarang hingga memiliki hubungan dengan gadis-gadis asal Rusia.
Menanggapi hal ini, kedua tokoh besar di industri teknologi ini pun kompak membantah dan menyebut kalau isi pesan tersebut tidak benar.
Mengutip dari Business Insider, Bill Gates melalui juru bicaranya mengeluarkan bantahan tegas terkait tuduhan tersebut.
"Tuduhan-tuduhan ini tidak masuk akal dan sama sekali tidak benar. Dokumen-dokumen ini hanya menunjukkan kekecewaan Epstein karena dia tidak memiliki hubungan yang berkelanjutan dengan Gates dan sejauh mana dia menjebak dan mencemarkan nama baik Gates,” kata juru bicara Bill Gates.
Sementara itu, Elon Musk membantah langsung lewat postingannya di X. Dalam beberapa argumen dan percakapannya di platform tersebut, Musk bersikukuh dirinya tidak terlibat dengan kejahatan yang dilakukan oleh Epstein.
“Epstein terus-menerus mendesak saya untuk pergi ke pulaunya, dan saya selalu menolaknya,” kata Musk menjawab pernyataan Reid Hoffman.
Ia kemudian menjelaskan lebih lanjut dalam percakapan terpisah kalau beberapa pihak berusaha mengalihkan semua kesalahan ke Elon Musk dari pihak yang sebenarnya bersalah.
“Saya TIDAK PERNAH menghadiri pesta Epstein, naik pesawatnya, atau mengunjungi pulau miliknya. Namun, banyak orang lain yang melakukannya. Mereka yang telah melakukan kejahatan serius harus diadili,” tegasnya.
Sebelumnya, ia juga menyebut bahwa dirinya adalah salah satu yang memperjuangkan dokumen itu dirilis secara publik agar orang-orang yang bersalah benar-benar diadili.
“Tidak ada yang lebih gigih daripada saya dalam memperjuangkan pembebasan penuh berkas Epstein dan penuntutan terhadap mereka yang telah menyalahgunakan anak-anak, meskipun saya tahu betul media mainstream, propagandis sayap kiri, dan mereka yang sebenarnya bersalah tidak akan mengakui apapun, menyangkal segalanya dan melakukan tuduhan balik kepada saya,” ujarnya.
Ia melanjutkan, “Saya tahu bahwa saya akan terus-menerus difitnah, meskipun saya tidak pernah menghadiri pestanya, tidak pernah naik pesawat "Lolita Express"-nya, tidak pernah menginjakkan kaki di pulau anehnya, atau melakukan kesalahan apa pun.”
Musk melanjutkan bahwa orang yang kuat seperti dirinya harus
melindungi mereka yang tak bisa melindungi diri sendiri.
Ia pun dengan ‘senang hati’ akan menerima berbagai penderitaan di masa depan demi melindungi anak-anak sehingga mereka bisa memiliki hidup yang lebih bahagia.