
-
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengaku belum punya program untuk mengatur pengemudi ojek online yang jumlahnya diperkirakan mencapai 7 juta. Ia mempertanyakan konsep online namun faktanya masih banyak yang mangkal dan parkir sembarangan.
Pernyataan Andri ini merespons pertanyaan Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta HA Nawawi saat menggelar rapat kerja di kantor soal program Dishub mengatasi ojek online yang parkir sembarangan.
"Kalau (untuk) Go-Jek belum ada (program), jujur saja. Kenapa belum? Justru saya mempertanyakan bos Go-Jek dan Kemenkominfo. Dulu kan filosofinya online supaya tidak mangkal, kenapa sekarang mangkal?" kata Andri dalam Rapat Kerja Komisi B DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta, Rabu (18/4).
Saat ini, kata Andri, solusi yang ampuh hanya dengan penertiban lalu lintas. Namun, penertiban dilakukan secara umum, sehingga bukan hanya terpaku pada pengemudi ojek online.
"Kami di sini dari tanggal 2 Januari 2018 sampai dengan 17 April 2018 kemarin yang kita lakukan itu 13.972 (penertiban). Di situ beragam pak, ada online-nya, ada ojek lainnya,Jadi tidak pandang bulu," ujar Andri.