
-
Setelah berkali-kali membantah terlibat dalam tuduhan pelecehan seksual, James Franco tampaknya mulai mengasingkan diri. Ia tak datang ke ajang Critic's Choice Awards, Kamis (11/1), meski ia memenangkan Best Actor di acara tersebut.
Franco memenangkan penghargaan Best Actor di ajang tersebut berkat perannya di The Disaster Artist. Sumber terdekat pada situasi tersebut menyebut Franco mulai menarik diri dari publik.
"Dia benar-benar berada di situasi yang buruk, saking buruknya, ia kini mengganti nomor ponsel," kata sumber tersebut kepada People.
Lihat juga:Kelly Clarkson Merasa Menabok Anak Tidak Masalah |
Tuduhan terhadap Franco bermula dari pengakuan aktris Sarah Tither-Kaplan di Twitter.
Tither-Kaplan yang sempat menjadi murid Franco di sekolah akting menyebut sang mantan guru pernah memintanya untuk bugil dalam sebuan film.
“Hei James Franco pin #TimesUp [gerakan melawan pelecahan dan kekerasan seksual] di Golden Globes bagus," kata Tither-Kaplan.
"Ingatkah beberapa minggu lalu ketika Anda berkata kepada saya bahwa saya harus telanjang penuh dalam dua film dan membayarnya US$100 (Rp1,3 juta) per hari, lalu menyebutnya tidak eksploitatif karena saya menandatangi kontrak untuk melakukannya? Waktu habis untuk itu!” lanjutnya.
[Gambas:Twitter]
Diberitakan People, tudingan itu jadi gunjingan di dunia maya. Namun Franco membantahnya berulang kali ketika diwawancara oleh Stephen Colbert dan Seth Mayers.
“Saya membacanya [tuduhan di Twitter], saya belum merespons. Saya pikir yang saya baca itu tidak benar. Tapi satu hal yang saya pelajari adalah, ini pembicaraan yang harus diperbincangkan,” ujar Franco. Perbincangan yang ia maksud bukan hanya soal dirinya.
Saudara kandung Dave Franco itu juga menyinggung orang-orang yang punya masalah dengan pelecehan seksual.
Alasan itulah yang mendorongnya, kata Franco, mengenakan pin gerakan Time’s Up di Golden Globe Awards 2018. “Saya mendukung mereka,” ujarnya.