
Biasanya, sebelum flu alias pilek menyerang, Anda sudah bisa merasakan sendiri gejala-gejalanya menghampiri tubuh Anda. Gejala ini biasanya berupa sakit saat menelan, bersin-bersin, mata panas, atau pusing dan demam ringan.
Sering kali vitamin menjadi andalan Anda untuk memastikan gejala-gejala ini menghilang dan tidak berlanjut menjadi flu. Diiringi dengan makanan sehat dan istirahat, cara ini memang bisa ampuh membuat flu batal datang.Namun, vitamin apa saja yang efektif untuk menghalau sakit?
Vitamin C adalah vitamin bersifat larut air, sekaligus merupakan antioksidan yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tubuh. Fungsi vitamin C secara spesifik yaitu untuk meningkatkan kesehatan tulang dan otot, berperan dalam pembentukan kolagen, serta membantu penyerapan zat besi di dalam tubuh. Selain itu, vitamin C dikenal dapat meningkatkan fungsi sistem imun. Ketika tubuh sakit maka kebutuhan vitamin C juga akan meningkat. Dalam keadaan normal, perempuan dewasa memerlukan vitamin C 75 mg per hari sementara pria memerlukan 90 mg per hari.
Beberapa kondisi yang membutuhkan tambahan vitamin C contohnya yaitu ketika Anda sedang stress dan ketika flu. Ketika Anda stress, kadar vitamin C dalam tubuh akan turun, karena vitamin C merupakan salah satu zat gizi yang sensitif terhadap stress. Selain itu, vitamin C juga dibutuhkan ketika Anda sedang kurang sehat.
Vitamin C dapat membantu Anda pulih lebih cepat jika terkena flu. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi vitamin C bisa mengurangi durasi flu sebanyak 24 hingga 36 jam.
Vitamin C secara alami dapat Anda temukan pada sayur dan buah, contohnya:
Tambahan asupan vitamin C dapat Anda dapatkan dari suplemen. Jika Anda ingin mengonsumsi suplemen, dosis vitamin C yang aman dan dianjurkan adalah 500 mg per harinya. Jangan lupa untuk perhatikan terlebih dahulu dosisnya, karena suplemen vitamin C biasanya memiliki dosis yang tinggi. Konsumsi vitamin C yang lebih tinggi dari 2000 mg dapat meningkatkan risiko penyakit batu ginjal, sakit perut, dan diare.
Vitamin E termasuk dalam salah satu vitamin yang mengandung antioksidan dan dapat meningkatkan kekebalan sistem imun tubuh. Penelitian terkait efek vitamin E dilakukan oleh Tufts University. Sebanyak 451 orang berusia di atas 65 tahun ikut serta dalam penelitian tersebut, sebagian mendapat suplemen vitamin E dengan dosis 200 IU dan sisanya diberi perlakuan placebo. Hasil dari penelitian tersebut menyatakan bahwa 74% yang berada dalam grup placebo mengalami setidaknya satu jenis infeksi saluran pernapasan atas selama penelitian berlangsung. Sementara pada grup yang diberi vitamin E, hanya 64% yang mengalami satu atau lebih penyakit infeksi.
Berdasarkan penelitian tersebut, vitamin E ternyata memiliki sifat protektif terhadap infeksi saluran pernapasan atas. Subjek penelitian yang menerima suplementasi vitamin E lebih jarang mengalami flu dan berisiko 20% lebih rendah untuk mengalami flu jika dibandingkan dengan kelompok placebo.
Kebutuhan vitamin E bagi orang dewasa adalah sekitar 15 mg per harinya. Vitamin E secara alami dapat Anda temukan di:
Banyak orang sudah dapat memenuhi kebutuhan vitamin E melalui makanan saja, tetapi jika Anda dalam kondisi khusus dan membutuhkan tambahan asupan vitamin E, suplemen dapat menjadi pilihan Anda. Kebanyakan suplemen vitamin E memiliki dosis lebih dari 100 IU. Meskipun batas toleransi tertinggi konsumsi vitamin E adalah 1500 IU, namun disarankan Anda tidak mengonsumsi lebih dari 400 IU per hari. Kelebihan konsumsi vitamin E dapat menyebabkan mual, sakit kepala, lelah yang berlebihan, hingga pendarahan.
Jika Anda sedang mengonsumsi obat yang bersifat mengencerkan darah, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu sebelum memutuskan mengonsumsi suplemen vitamin E. Begitu juga dengan ibu hamil dan menyusui.
BACA JUGA: