
Uzone.id - MotoGP akan menjalani musim 2026 sebagai laga terakhir di siklus regulasi saat ini, sebuah era yang belakangan ini didominasi oleh Ducati. Dengan adanya regulasi baru, pabrikan Italia itu merasa aturan 2027 nanti diciptakan untuk lemahkan dominasi motor mereka yakni Desmosedici.
Ducati memang menunjukkan kemajuan mereka di MotoGP sejak 2015, perlahan motor mereka mulai mampu bersaing yang membuat pembalap mereka berada di klasemen atas.Seperti Andrea Dovizioso yang saat itu membalap untuk Ducati, mampu menjadi salah satu kandidat perebutan gelar juara dunia melawan Marc Marquez di 2017.
Setelah musim 2020, pabrikan Jepang seperti Honda dan Yamaha mulai terlihat melemah, namun Ducati Desmosedici tampil sangat kuat yang bahkan membawa mereka ke juara dunia.
Jelas saja di 2022 dan 2023, gelar juara dunia MotoGP dimenangkan oleh Francesco Bagnaia. Kemudian di 2024, gelar tersebut direbut oleh Jorge Martin yang juga pembalap Ducati dari dahulunya tim satelit mereka yakni Pramac.
Di 2025 kemarin, dominasi Ducati makin tidak terkalahkan dengan Marc Marquez yang bergabung sebagai pembalap mereka. Bahkan Ducati juga meraih enam gelar konstruktor secara berturut-turut tanpa terhentikan.
Namun dominasi Ducati bisa saja berubah mulai tahun 2027 nanti, di mana regulasi MotoGP berubah secara besar-besaran dari kapasitas mesin, komponen elektronik, sampai aerodinamika.
Dalam peluncuran Ducati Desmosedici GP26 yang akan digunakan di MotoGP musim ini, Claudio Domenicali selaku CEO Ducati pun buka suara mengenai peraturan teknis baru tersebut.
Domenicalli menegaskan dugaannya kalau aturan baru untuk MotoGP 2027 yang banyak berubah, senantiasa dimanfaatkan untuk melemahkan dominasi Ducati di masa depan.
"Beberapa hal yang telah diperkenalkan Ducati telah dihapus dari peraturan baru, khususnya sistem koreksi kemiringan belakang. kami adalah yang pertama melihat peluang di bidang ini, dan kami memperoleh keunggulan," ujar Domenicali.
"Hal yang sama juga terjadi pada sayap, kami sudah menggunakannya dalam ukuran yang lebih kecil pada 2008. Jika Anda pergi ke museum, Anda akan melihatnya di motor Nicky Hayden," lanjutnya.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, perangkat yang disebutkan Dominicali akan kembali dilarang pada MotoGP 2027 nanti, tak heran Ducati merasa aturan dibuat untuk mencegah dominasi mereka.
"Dengan demikian, dari sudut pandang regulasi dan politik, upaya sedang dilakukan untuk menyederhanakan aturan sebanyak mungkin agar Ducati tidak menciptakan sesuatu yang aneh. Namun, tim kami cerdas, jadi kita lihat saja apakah kita bisa menemukan celah di suatu bagian regulasi," ungkapnya.
"Bagaimanapun, motor baru akan lebih sederhana dalam arti tertentu, sehingga memiliki lebih sedikit kemungkinan. Kita lihat saja siapa yang memiliki intuisi terbaik," pungkasnya.
Bagi Ducati semuanya terasa seperti sebuah kebetulan yang pas, karena mereka menginginkan siklus kemenangan lima tahun berutur-turut seperti Ferrari di Formula 1 pada eranya Michael Schumacher.
Jika menghitung kemenangan juara dunia MotoGP yang dimiliki oleh Ducati, era dominasi dimulai dari pencapaian Francesco Bagnaia di tahun 2022.
Dengan empat kemenangan Ducati di MotoGP secara berturut-turut, artinya jika mereka mampu mempertahankan kemenangan di tahun ini maka dominasinya akan pas selama lima tahun sebelum regulasi baru diterapkan.