home ×
Digilife

Efek Hubungan AS-China, Chip Bekas Asal Jepang Laku Keras

05 March 2021 By
Efek Hubungan AS-China, Chip Bekas Asal Jepang Laku Keras
Share
Share
Share
Share

Ilustrasi (Foto: Ist)

Uzone.id - Masih tingginya tensi hubungan Amerika Serikat dan China memberikan keuntungan pada pihak lain, Jepang. Nikkei Asia melaporkan jika harga pembuat chip bekas telah naik 20 persensejalan meningkatnya permintaan dari produsen semikonduktor China.

Banyaknya permintaan ini karena pembuat chip bekas tak kena pembatasan AS yang diberlakukan tahun 2020.

September 2020, AS memberikan sanksi baru pada produsen semikondukter terbesar China, SMIC untuk mencegah produsen ini membeli peralatan chipmaker baru. Mereka juga menambahkan SMIC pada Entity List agar bisnis lain susah memasok teknologi AS pada perusahaan ini.

Penjual peralatan chipmaker di Jepang tak tunduk pada batasan ini. Nikkei Asia mengatakan jika mereka kesusahan menyetok barang mereka sehingga harganya semakin naik bahkan mencapai 3 kali lipat dalam setahun terakhir.

“Hampir 90 persen mesin bekas dikirimkan ke China,” ungkap Nikkei Asia dari seorang sumber di Mitsubishi UFJ Lease & Finance.

Tak hanya itu, sebuah laporan anonim juga menyebutkan jika mesin bekas itu dijual seharga 100 juta Yen atau USD 940 ribu, setara Rp. 13 miliar.

Peralatan bekas ini ada yang digunakan untuk  produksi ada pula yang ditimbun untuk berjaga-jaga jika barang ini berguna dimasa depan. 

Tak hanya Jepang, Bloomberg juga melaporkan jika bisnis China telah membeli hampir USD 32 miliar atau sekitar Rp. 448 Triliun peralatan yang memproduksi chip komputer dari Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan negara lainnya pada tahun 2020. Meningkat 20 persen dari 2019.

Perusahaan di China telah berusaha dalam memajukan pembuatan chip mereka sendiri sehingga tak perlu lagi bergantung pada teknologi Amerika dan SMIC telah mendapatkan cara untuk memajukan semikonduktor China agar bisa mengurangi efek ‘blacklist’ AS.

China juga telah berupaya mengembangkan CPU, GPU, memori dan komponen lainnya agar tidak bergantung pada produk barat. Tapi, China masih harus terus menimbun mesin bekas sampai dapat menggantikan peralatan pembuat chip dari AS seutuhnya.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Related Article