
Uzone.id - Penjualan sepeda motor per Maret 2026 memang mengalami penurunan yang cukup tajam. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengatakan penyebab utama penjualan terjun payung dikarenakan libur Lebaran 2026.
Berdasarkan data wholesales AISI (distribusi dari pabrik ke dealer), penjualan di bulan Maret 2026 mengalami penurunan dari sebelumnya 587.354 unit pada Februari 2026, menjadi 448.974 unit saja.Presentasenya pun cukup mengerikan, jika dibandingkan dengan Februari 2026, maka penurunannya di Maret 2026 mencapai 23,5 persen.
Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala mengatakan, pelemahan penjualan motor pada Maret 2026 tidak karena penurunan daya beli masyarakat atau efek dari kondisi geopolitik.
"Lebih disebabkan karena hari kerja yang pendak, kan ada libur Lebaran di bulan Maret," ujar Sigit saat dihubungi Uzone.id.
Menurut Sigit, isu kenaikan harga BBM akibat konflik di Timur Tengah belum mempengaruhi penjualan sepeda motor secara signifikan pada Maret 2026.
"Sementara belum ada kaitannya. Kalau isu BBM naik, untuk sepeda motor kan relatif hemat bahan bakar," ungkap Sigit.
Sigit juga mengatakan AISI saat ini cukup positif dengan target penjualan sepeda motor yang ditetapkan untuk tahun 2026 ini.
"Prediksi di tahun 2026 ini kan 6,4 sampai 6,7 juta unit, sejauh ini masih cukup positif. Prediksinya pasar sepeda motor di Indonesia masih cukup stabil," pungkasnya.
Perlu diketahui, penjualan menurun di industri otomotif bukan hanya terjadi pada segmen sepeda motor saja, tetapi juga di roda empat.
Berdasarkan data Gaikindo secara wholesales, penjualan di Maret 2026 hanya menyentuh 61.271 unit, turun 24,6 persen dari bulan sebelumnya.
Dari sudut pandang retail sales juga mengalami hal yang sama, pada Maret 2026, total penjualan retail hanya mencapai 66.637 unit dari sebelumnya 78.239 unit atau turun 14,8 persen.