Ekspor Motor Agustus Turun 23,6%, Tapi YTD 2026 Tumbuh 18,2%
Ekspor motor utuh CBU mengalami sedikit penurunan di Agustus 2026, meski demikian trennya masih positif dibandingkan tahun 2025 kemarin.
Uzone.id - Kinerja ekspor sepeda motor completely built up (CBU) dari Indonesia mengalami sedikit tantangan pada Agustus 2026. Meskipun mengalami penurunan per Agustus 2026, tapi secara kumulatifnya masih tumbuh positif.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis situs resmi AISI, tercatat sebanyak 50.254 unit motor telah dikirimkan ke pasar internasional pada Agustus 2026.Angka ini memang mengalami koreksi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu Juli 2026, yang mencatatkan pengiriman sebanyak 65.769 unit.
Artinya, jika dilihat secara month to month (MTM), ekspor motor mengalami penurunan sebesar 15.515 unit atau sekitar 23,6 persen.
Meskipun terlihat melambat dibanding bulan lalu, kita tidak bisa langsung bilang performanya buruk. Kalau kita tengok ke belakang, ekspor motor di Agustus 2026 justru masih mencatatkan pertumbuhan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Sebagai perbandingan, pada Agustus 2025, ekspor motor CBU Indonesia berada di angka 47.446 unit. Jadi, capaian di Agustus tahun ini sebenarnya masih lebih tinggi sebesar 2.808 unit atau naik 5,9 persen secara year on year (YoY).
Kabar baiknya, secara akumulatif atau year to date (YTD), kinerja ekspor sepeda motor kita masih sangat positif.
Sepanjang delapan bulan pertama tahun 2026, total motor CBU yang sukses diekspor menembus angka 432.842 unit.
Angka ini melonjak tajam sebesar 66.611 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan 366.231 unit. Dengan capaian ini, total ekspor selama delapan bulan pertama 2026 berhasil tumbuh sekitar 18,2 persen secara YoY.
Stabilitas ini sebenarnya merupakan buah dari kinerja ekspor dari industri sepeda motor yang terjaga konsisten di setiap bulannya.
Sebagai gambaran, angka ekspor motor buatan Indonesia dimulai dari 52.924 unit di Januari, jumlah tersebut sempat naik ke 57.688 unit pada Februari.
Sayangnya sempat menurun di angka 48.970 unit pada bulan Maret, ekspor kembali stabil ke level 52.411 unit di April, kemudian naik sedikit menjadi 54.759 unit di Mei dan 50.067 unit di Juni.
Puncak kinerja ekspor terbaik terjadi pada bulan Juli 2026 kemarin dengan total pengiriman ke luar negeri sebanyak 65.769 unit.
Meski momentum lonjakan pada Juli tidak berlanjut ke Agustus, capaian 50.254 unit di bulan Agustus menegaskan bahwa permintaan pasar ekspor terhadap sepeda motor buatan Indonesia masih cukup kuat.
Meskipun Agustus menjadi salah satu bulan dengan angka terendah, posisinya masih berada di atas capaian Agustus tahun lalu, membuktikan bahwa daya saing motor produksi Indonesia di kancah global tetap terjaga.

