
Uzone.id - Bukan hanya penjualan motor di dalam negeri saja yang mengalami kenaikan, tetapi ekspor motor buatan anak bangsa juga mengalami pertumbuhan di Oktober 2025.
Berdasarkan laporan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Senin (10/11), ekspor motor CBU (completely built up) di Oktober 2025 mencapai 49.009 unit.Jumlah ini naik sebesar 11,57 persen dibandingkan September 2025 yang hanya mampu mengkapalkan 43.926 unit motor saja.
Sayangnya meskipun Oktober 2025 ini ekspor motor meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi jika dibandingkan Oktober 2024 sebenarnya terpaut cukup jauh.
Tercatat di Oktober 2024, ekspor motor buatan Indonesia bisa mencapai 58.112 unit, artinya turun sekitar 15 persen.
Menariknya dihitung secara total, ekspor motor sepanjang Januari-Oktober 2025 sudah mencapai 459.166 unit. Angka ini sedikit lebih banyak dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 lalu.
Tercatat di Januari-Oktober tahun 2024, ekspor motor CBU buatan Indonesia hanya mencapai 458.101 unit saja. Memang kelihatannya tipis, tapi di 2025 meningkat 0,23 persen.
Selain data ekspor motor CBU, AISI juga mencantumkan angka ekspor CKD dan part by part. Di ekspor CKD angkanya mencapai 6.977.336 unit, sementara ekspor part by part menembus 113.292.678 unit.
Kedua jumlah ekspor motor CKD dan part by part ini merupakan akumulasi dari Januari-Oktober 2025 ini.
Sayangnya sekarang AISI tidak menampilkan data segmentasi motor yang diekspor ke luar negeri, sama seperti penjualan domestik.
Nah dari data terakhir, pasar ekspor masih didominasi oleh motor matic walaupun presentasenya jauh lebih kecil dibandingkan apsar domestik.
Perlu diketahui, penjualan motor domestik di Januari-Oktober 2025 sudah menembus 5.427.254 unit, angka ini melampaui pencapaian di periode yang sama tahun 2024.
Berdasarkan perhitungan Uzone.id, penjualan motor Januari-Oktober 2024 mencapai 5.416.888 unit, artinya di tahun 2025 sudah terdapat peningkatan sebesar 0,19 persen.
Sayangnya data dari AISI hanya mencakup penjualan lima merek yang tergabung dalam asosiasi seperti Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS. Artinya penjualan motor selain dari kelima merek tersebut tidak terhitung.