home ×
Technology

Elon Musk Keluar dari Organisasi Kecerdasan Buatan, Ada Apa?

22 February 2018 By
Elon Musk Keluar dari Organisasi Kecerdasan Buatan, Ada Apa?
Share
Share
Share
Share

Tokoh teknologi populer yang juga seorang miliarder, Elon Musk, belakangan sering memberikan komentar terkait pengembangan teknologi masa depan, yaitu kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI). Namun, ia harus menarik diri dari keterlibatannya di sebuah organisasi yang berfokus di bidang tersebut.

Musk mengumumkan pengunduran dirinya dari jajaran dewan direksi OpenAI, organisasi riset nonprofit yang khusus mempelajari etika dan keamanan kecerdasan buatan. Kabar ini diumumkan lewat tulisan pendek di blog resmi OpenAI.

Dalam tulisan itu, dijelaskan alasan Musk pergi adalah untuk menghindari konflik antara karya OpenAI dengan penelitian machine learning yang dikerjakan Tesla untuk mengembangkan sistem mengemudi otonomnya.

"Karena Tesla akan terus berfokus pada AI, (kepergian Musk) ini akan menghilangkan potensi konflik untuk Elon (Musk)," tulis pernyataan tersebut.

Meski keluar, Musk akan tetap menjadi donatur OpenAI dan akan terus memberi saran kepada kelompok tersebut.

OpenAI mengatakan bahwa pihaknya memperluas penggalangan dana untuk meningkatkan investasi di sumber daya manusianya dan sumber daya komputasi yang diperlukan untuk membuat terobosan penting dalam kecerdasan buatan.

Musk mendirikan OpenAI bersama rekannya yang merupakan presiden perusahaan startup Y Combinator, Sam Altman, pada tahun 2015. Organisasi ini mengajak berbagai institusi dan peneliti lain untuk berkolaborasi secara bebas dalam membuat paten dan penelitian tentang kecerdasan buatan.

OpenAI telah banyak melakukan penelitian, termasuk mengajar komputer untuk mengendalikan robot dengan instruksi minimal dan pembuatan agen AI untuk memainkan game populer Dota.

Baru pekan ini, OpenAI telah memberikan kontribusi dengan membuat laporan yang menguraikan cara kecerdasan buatan dapat digunakan untuk kejahatan selama lima tahun ke depan.

Ini penting mengingat ada sejumlah pihak yang khawatir terhadap kekuatan AI ke depannya, yang disebut bisa juga 'menghancurkan' manusia apabila disalahgunakan. Walau begitu, era kecerdasan buatan memang sudah di depan mata umat manusia.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id