
Uzone.id — Kasus penyalahgunaan Grok AI untuk editan foto tak pantas berujung dengan protes global yang dilayangkan ke X, xAI dan juga Elon Musk. Alhasil, Grok AI yang diberikan gratis secara cuma-cuma kini harus dibatasi.
Kabar ini disampaikan pada Jumat waktu setempat, (10/01), fitur Image Generation dan fitur edit gambar di Grok kini hanya tersedia untuk pengguna 𝕏 Premium dan 𝕏 Premium+ saja.Pengguna gratis X tidak akan bisa lagi menggunakan fitur ini atau memerintahkan Grok untuk melakukan pengeditan foto mereka maupun orang lain.
“Generate dan pengeditan gambar saat ini hanya tersedia untuk pengguna berbayar,” kata Grok ketika menjawab perintah dari orang lain.
Fitur ini hanya dibatasi ketika pengguna berinteraksi dengan orang lain di halaman utama X secara umum, atau membuat postingan sendiri.
Sementara itu pembatasan ini tidak berlaku untuk percakapan pribadi dengan Grok sendiri di menu Grok Tab, sehingga mereka masih bisa memerintahkan Grok untuk mengedit gambar apapun sesuai keinginan mereka secara lebih tertutup.
Aplikasi terpisah Grok juga masih memungkinkan pengguna untuk menghasilkan gambar tanpa perlu berlangganan X.
Meski belum melarang secara keseluruhan soal editan foto ini, namun langkah ini menjadi cara X untuk meminimalisir penyalahgunaan Grok AI yang marak dilakukan pengguna X.
Sebelumnya, Elon Musk harus menghadapi teguran dan kecaman dari berbagai negara karena marak edit atau generate foto pengguna lain dengan editan tak pantas dan bernada pelecehan. Korbannya kebanyakan adalah perempuan dan juga anak-anak sehingga menimbulkan keresahan berbagai pihak.
Kecaman dan teguran dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia terus dilayangkan pada platform tersebut. Prancis, Malaysia hingga India tengah melakukan peninjauan sementara Indonesia mengancam akan memberi sanksi hingga pemblokiran Grok jika tidak melakukan tindakan untuk meredam kondisi tersebut.