eSports Bukan Cuma Duduk dan Main Game, Atletnya Wajib Nge-gym
Atlet eSports Timnas Indonesia menjalani persiapan fisik komprehensif didukung sport science demi menjaga fokus, stamina, serta performa di Asian Games 2026.

Maleaky Patty, tim Sport Science – Physical Trainer, Glorya Famiela Ralahalo, Manager timnas eSports Indonesia dan Syauki ‘Nino’ Sumarno (Foto: Uzone.id)
Highlight Artikel
- Atlet eSports bukan hanya bermain game, melainkan juga menjalani latihan fisik rutin untuk mempertahankan fokus dan performa, seperti Timnas Indonesia menuju Asian Games 2026.
- Persiapan komprehensif Timnas eSports Indonesia mencakup kondisi fisik, pola tidur, pemulihan, nutrisi, dan kesehatan mental, didukung oleh sport science, ahli gizi, dokter, dan psikolog.
- Latihan fisik disesuaikan dengan kebutuhan individu dan kondisi pertandingan, termasuk berlatih di ruangan dingin untuk membiasakan diri dengan suhu panggung.
- Program latihan fisik yang dipantau data menunjukkan hasil positif seperti penurunan detak jantung istirahat, peningkatan massa otot, dan penurunan lemak tubuh, mendukung daya tahan atlet.
Uzone.id - Masih saja ada yang menganggap kalau atlet eSports cuma duduk sambil main game selama berjam-jam. Padahal, di balik itu semua, mereka juga harus menjalani latihan fisik secara rutin untuk mempertahankan fokus dan performa selama pertandingan.
Latihan tersebut turut dijalani para atlet Timnas eSports Indonesia menjelang keberangkatan menuju Asian Games ke-20 Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Persiapan mereka bukan sekadar mengatur strategi dan mengasah kemampuan bermain, tapi juga kondisi fisik, pola tidur, pemulihan, nutrisi, hingga kesehatan mental.Manager Timnas eSports Indonesia, Glorya Famiela Ralahalo mengatakan, persiapan tim saat ini sudah hampir mencapai 100 persen. Ada dua faktor yang diperhatikan dalam program pemusatan latihan, yakni teknis dan nonteknis.
“Dalam program latihan, sport science membantu kita mendapatkan gambaran yang lebih objektif tentang kondisi dan kebutuhan setiap atlet. Mulai dari kebugaran, beban latihan, kualitas recovery, pola tidur, sampai aspek mental,” kata Glorya dalam sesi diskusi yang digelar PB ESI, Selasa (15/9).
PB ESI turut melibatkan ahli gizi, dokter, psikolog, serta tim sport science untuk mendampingi para atlet. Dukungan tersebut dibutuhkan karena pertandingan eSports bisa berlangsung panjang, sementara pemain dituntut menjaga konsentrasi sejak awal sampai pertandingan selesai.
Syauki ‘Nino’ Sumarno mengakui latihan fisik punya peran penting bagi atlet eSports. Salah satu roster timnas di kategori Mobile Legends: Bang Bang itu mengatakan, stamina sangat dibutuhkan karena jadwal latihan maupun pertandingan dapat berlangsung dari pagi sampai malam.
“Menurut aku penting, karena eSports benar-benar membutuhkan konsentrasi tinggi. Olahraga fisik juga penting untuk stamina dan daya tahan kita,” kata Nino dalam kesempatan yang sama.
Persiapan yang dilakukan bahkan disesuaikan dengan kondisi di atas panggung. Nino mengatakan, suhu ruangan pertandingan yang dingin bisa membuat tangan kaku, sementara tempo permainan Mobile Legends menuntut pergerakan jari dan pengambilan keputusan yang cepat.
Untuk membiasakan kondisi tersebut, para atlet berlatih di ruangan bersuhu dingin. Cara ini diharapkan membuat pemain tetap nyaman dan mampu mempertahankan performanya saat bertanding di atas panggung.
“Kita juga latihan dan dibuat terbiasa dengan ruangan dingin. Soalnya tempo permainan game aku cepat. Kalau tangan kaku, menurut aku jadi kurang maksimal,” jelasnya.
Latihan fisik atlet dipantau pakai data
Menurut Maleaky Patty dari tim Sport Science – Physical Trainer, latihan fisik juga menjadi ‘makanan sehari-hari’ para atlet eSports. Kemampuan mekanik dan strategi memang menjadi aspek terpentingnya, tetapi keduanya sulit dijaga apabila tubuh pemain tidak dalam kondisi bugar.
Saat pertama terlibat dalam pemusatan latihan Timnas eSports Indonesia, Maleaky melakukan observasi terhadap kondisi masing-masing atlet. Pemeriksaannya mencakup postur tubuh, fleksibilitas, komposisi tubuh, sampai lingkar perut.
“Biasanya orang fokus melatih jari dan mata, itu memang poinnya. Tapi kalau kita melatih sesuatu yang teknikal, kita harus melihat dulu fondasinya,” jelas Maleaky.
Program latihan fisik para atlet dimulai pada pagi hari. Mereka menjalani latihan fleksibilitas, mobilitas, kekuatan, dan daya tahan, kemudian dibagi dalam beberapa kelompok untuk berlatih di pusat kebugaran.
Awalnya, tim sport science menargetkan latihan di pusat kebugaran dilakukan sekali dalam seminggu. Namun, sejumlah atlet kemudian mulai berlatih secara mandiri hingga dua atau tiga kali dalam seminggu.
Perubahan tersebut dianggap sebagai perkembangan positif. Selain meningkatkan kebugaran, program latihan juga memberikan pengetahuan kepada atlet mengenai cara menggunakan alat dan menjalani latihan fisik yang sesuai dengan kebutuhannya.
Program tersebut dilakukan berdasarkan data yang dikumpulkan secara berkala. Yudhi Esa Saputra dari tim Sport Science – Physical Trainer mengatakan, pengukuran meliputi komposisi tubuh dan detak jantung para atlet.
Dari hasil pengujian, kata Yudhi, detak jantung atlet secara umum turun dari 62 menjadi 58 denyut per menit. Menurutnya, penurunan tersebut menunjukkan jantung dapat memompa darah secara lebih efisien.
Data terakhir yang dikumpulkan pada 4 September lalu juga memperlihatkan adanya peningkatan massa otot secara umum sebesar 0,49 persen, sedangkan persentase lemak tubuh turun 0,96 persen.
Peningkatan kondisi fisik diharapkan membantu atlet tetap fokus ketika menghadapi tekanan pertandingan. Terlebih, mereka dapat menjalani latihan selama delapan sampai 10 jam dalam sehari.
Latihan fisik juga bukan ditujukan untuk membuat seluruh atlet punya bentuk tubuh yang sama. Programnya disesuaikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing pemain, termasuk bagi atlet yang kekurangan maupun kelebihan berat badan.
Asian Games ke-20 Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung pada 19 September sampai 4 Oktober 2026 mendatang. Adapun untuk eSports, pertandingannya berlangsung dari 23 September sampai 2 Oktober 2026 di Aichi Sky Expo.
Ada 11 nomor medali yang dipertandingkan, di mana Indonesia mengikuti 8 nomor pertandingan, yakni Mobile Legends: Bang Bang, Honor of Kings, PUBG Mobile, Pokemon Unite, Identity V, eFootball, Gran Turismo 7, dan Naraka: Bladepoint.
“Minggu depan, rombongan pertama akan berangkat ke Jepang,” ucap Glorya.
FAQ Artikel
Mengapa atlet eSports memerlukan latihan fisik?
Atlet eSports memerlukan latihan fisik rutin untuk mempertahankan fokus dan performa selama pertandingan yang bisa berlangsung panjang, serta untuk stamina dan daya tahan tubuh.
Apa saja aspek persiapan Timnas eSports Indonesia menjelang Asian Games 2026?
Persiapan komprehensif Timnas eSports Indonesia mencakup kondisi fisik, pola tidur, pemulihan, nutrisi, kesehatan mental, serta strategi dan kemampuan bermain.
Bagaimana peran sport science dalam persiapan atlet eSports?
Sport science membantu mendapatkan gambaran objektif tentang kondisi dan kebutuhan setiap atlet, meliputi kebugaran, beban latihan, kualitas recovery, pola tidur, hingga aspek mental.
Apa hasil positif dari program latihan fisik yang dijalani atlet eSports Indonesia?
Dari hasil pengujian, detak jantung istirahat atlet secara umum turun, massa otot meningkat sebesar 0,49 persen, dan persentase lemak tubuh turun 0,96 persen, menunjukkan efisiensi jantung lebih baik dan kebugaran meningkat.
Nomor pertandingan apa saja yang diikuti Indonesia di Asian Games 2026?
Indonesia mengikuti 8 nomor pertandingan, yaitu Mobile Legends: Bang Bang, Honor of Kings, PUBG Mobile, Pokemon Unite, Identity V, eFootball, Gran Turismo 7, dan Naraka: Bladepoint.
Muhammad Faisal Hadi Putra
Jurnalis

