Facebook Menyesal Soal Balon di Ucapan Duka Lombok

10 August 2018 by
Facebook Menyesal Soal Balon di Ucapan Duka Lombok

Facebook mengaku telah menyesal dan meminta maaf kepada para pengguna, khususnya dari Indonesia karena kemunculan balon dan confetti di postingan tentang gempa di Lombok. Pihak Facebook mengatakan, hal itu disebabkan kesalahan alogaritma.

Seperti diketahui, pasca terjadinya gempa di Lombok, pada Minggu (5/8/2018) lalu, linimasa Facebook dibanjiri ucapan bela sungkawa.

Para netizen banyak memposting ucapan bela sungkawa atas terjadinya bencana gempa yang menewaskan sedikitnya 142 jiwa dan mencederai lebih dari 200 orang.

Namun, sejumlah netizen pengguna Facebook terkejut karena menemukan komentar tertentu yang menyebabkan munculnya animasi perayaan Facebook membanjiri layar mereka, termasuk balon dan confetti.

Baca juga: Facebook Luncurkan Perpustakaan Literasi Digital

Belakangan, diketahui bahwa kesalahan itu disebabkan postingan yang mengandung kata “Selamat”. Alogaritma Facebook membaca atau mengartikan kata “Selamat” sebagai kata aman atau tidak terluka. Padahal, arti selamat memiliki arti lain, tergantung pada konteksnya.

Kata “Selamat” rupanya disalahtafsirkan oleh algoritma Facebook. Hal itu menyebabkannya munculnya animasi meriah setiap kali dibagikan.

“Fitur ini (animasi teks yang dipicu dengan mengetik ‘congrats/selamat’) tersedia secara luas di Facebook secara global, namun kami menyesalinya muncul dalam konteks yang tidak menguntungkan dan sejak itu kami mematikan fitur ini secara lokal,” Lisa Stratton, juru bicara Facebook, mengatakan kepada Motherboard dalam sebuah email.

Baca juga: Kepala Keamanan Facebook Mundur, Terkait Skandal Privasi?

“Hati kami ikut merasakan duka terhadap orang-orang yang terkena dampak gempa,”katanya.

Herman Saksono, seorang mahasiswa PhD ilmu komputer Indonesia, melihat kesalahan alogaritma Facebook, minggu ini.

“Congrats” dalam bahasa Indonesia adalah“ selamat ”. Selamat juga berarti “to survive (bertahan hidup)”. Setelah gempa berkekuatan 6,9 di Lombok, pengguna Facebook menulis “Saya harap orang-orang akan bertahan”. Kemudian Facebook menyorot kata “selamat” dan melemparkan beberapa balon dan confetti,” tulisnya melalui akun twitternya.

Gempa berkekuatan 7,0 SR melanda pada pukul 7:45 waktu setempat pada Minggu (5/8/2018). Lebih dari 10.000 orang dievakuasi setelah gempa, termasuk 4.600 turis asing dan domestik dari tiga pulau Gili di Lombok.

Tim penyelamat menemukan korban di bawah bangunan yang rata dengan tanah. Seorang wanita berhasil meloloskan diri dari puing-puing masjid yang roboh, yang roboh saat orang-orang berdoa.

Baca juga: Cegah Ujaran Kebencian, Facebook Uji Tombol Downvote

Organisasi penanggulangan bencana dari Inggris, Oxfam mengatakan pihaknya menyediakan air minum bersih dan tempat penampungan terpal untuk 5000 orang yang selamat. Namun, diperkirakan ada lebih dari 20.000 orang yang mengungsi.

Sumber :

thesun.co.uk

Apa Reaksi Anda ?

Love
31%

Suka

Laugh
15%

Lucu

Surprised
0%

Kaget

Sad
54%

Sedih

Angry
0%

Marah

loading...
1449 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
firta argumas 21 October 2018 | 10:28:37

itu sangat menyakiti warga Lombok

Yusufy Alis 20 October 2018 | 16:55:07

ya itu mungkin terjadi kesalahan system

Arif Nuryanto 06 October 2018 | 06:58:14

sangat menyesal sekali kenapa terjadi

Titi Imsawati 03 October 2018 | 15:32:41

sebaiknya jangan terulang lagi kesalahan seperti ini

Phreaker 1992 03 October 2018 | 08:16:56

lagi kalau mau bikin ucapan itu pikir-pikir dulu

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Recommended For You

To Top