Digilife

Fakta Seputar Tren Maut ‘Blackout Challenge’ di TikTok

  • 28 December 2021
  • Bagikan :
    Fakta Seputar Tren Maut ‘Blackout Challenge’ di TikTok Foto: Unsplash

    Uzone.id – Bukan rahasia lagi TikTok menjadi gudangnya berbagai tantangan yang digandrungi banyak orang. Sayangnya, tidak semua challenge di dalam media sosial satu ini seru dan layak dicoba.

    Dari sekian banyak challenge populer di TikTok, Blackout Challenge sedang menjadi buah bibir belakangan ini. Dari namanya saja sudah mewakili kehororan.

    Sebenarnya tantangan blackout ini sudah ada sejak 2008, biasa dilakukan oleh sekumpulan anak-anak muda untuk menghabiskan waktu dan seru-seruan dengan teman. Namun, selama era media sosial merajalela, banyak hal –termasuk Blackout Challenge– menjadi lebih dramatis dan hype secara tiba-tiba.

    Baca juga: Banyak Video Sadis, TikTok Digugat Mantan Karyawan yang Trauma

    Ada beberapa fakta mengenai Blackout Challenge di TikTok ini yang ternyata begitu maut dan dikecam banyak orang.

    Apa itu Blackout Challenge?
    Nama tren ini dikenal ada beberapa macam. Ada yang menyebutnya “choking challenge”, “pass-out challenge”, dan muncullah istilah “blackout challenge”.

    Sesuai namanya, tantangan ini mendorong orang untuk menahan nafas sampai mereka pingsan karena kekurangan oksigen.

    Sudah maut sejak dulu
    Blackout Challenge nyatanya telah menelan nyawa sejak tren ini ada di tahun 2008. CDC mencatat, setidaknya ada lebih dari 80 kematian yang berasal dari anak-anak muda.

    Bahkan dari laporan People, di tahun 2021 sendiri, ada empat anak usia 12 tahun tewas karena ikut-ikutan tren ini.

    Kasus tragis yang viral
    Ada kasus terbaru yang baru-baru ini viral di jagat TikTok dan internet. Seorang anak 10 tahun asal Pennsylvania, Amerika Serikat meninggal dunia karena Blackout Challenge.

    Bernama Nyla Anderson, anak ini meninggal pada 12 Desember lalu dan saat ini, sang ibu, Tawainna Anderson, sedang gencar memperingatkan para orang tua mengenai tren mematikan satu ini.

    “Pastikan kalian semua mengecek ponsel anak-anak kalian,” ungkap Tawaianna.

    Baca juga: Viral, Pria Asal China Ini Mirip Elon Musk

    Kala itu, Nyla ditemukan tidak sadar dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Nahas, nyawanya tak tertolong.

    “Ia sedang berada di kamar tidurnya, namun ia memang sedang sendiri ketika kejadian ini berlangsung. Jadi tidak ada yang menyelamatkannya,” tutur pekerja sosial Elizabeth Wood.

    Seberapa “maut” tantangan ini?
    Dari penjelasan CDC, jika ada orang menahan nafas sampai kekurangan oksigen di otak, maka efeknya sama seperti ketika sedang tenggelam, tercekik, atau gagal jantung.

    “Jika kadar oksigen kalian rendah di otak selama lebih dari tiga menit, kalian akan mengalami gangguan otak, dan apabila lebih dari lima menit, bisa berujung kematian,” tutur Nick Flynn, seorang dokter dari CDC.

    Bahkan, CDC juga merilis beberapa tanda yang bisa menjadi indikasi jika ada orang yang mencoba Blackout Challenge ini, yakni:

    • Mata merah
    • Ada tanda di bagian leher
    • Sakit kepala parah
    • Merasa linglung atau disorientasi setelah menghabiskan waktu sendirian

    TikTok dikecam
    Banyak yang merasa tren ini harus segera disetop. TikTok bahkan sempat mendapat kecaman ketika anak usia 12 tahun asal Colorado ditemukan tewas karena menggunakan tali sepatu untuk mencekik dirinya sendiri hingga tak sadar.

    Juru bicara TikTok mengakui bahwa tantangan ini sangat disturbing, alias menggelisahkan.

    “Tampaknya banyak juga yang mendapatkan sumber tren ini dari luar TikTok karena tantangan ini sudah ada jauh sebelum muncul di TikTok dan sebelumnya juga tidak pernah menjadi tren kami,” tutur jubir perusahaan. “Kami tetap waspada sebagaimana komitmen kami terhadap keamanan pengguna dan akan segera menghapus konten terkait jika ditemukan.”

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini