icon-category Sport

Festival Yamaha Endurance, Balapan yang Bukan Hanya Soal Kebut-kebutan

  • 30 Sep 2018 WIB
  • Bagikan :

    PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyelenggarakan gelaran balap dengan format baru yang berfokus pada lomba ketahana alias endurance. Gelaran perdana Festival Yamaha Endurance 2018 pun dilangsungkan Minggu (30/9), di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat.

    Sesuai namanya, endurance race bukanlah balapan adu kecepatan tapi menguji ketahanan dan konsentrasi pengendara dalam kurun waktu tertentu.

    "Ini balapan bukan masalah kenceng-kencengan, tapi bagaimana menahan ego tiap pebalap. Jadi berbeda dengan Yamaha Sunday Race, di sini harus mikirin strategi agar bisa dapat lap paling banyak dengan mengukur kondisi ban, bahan bakar, dan bagaimana agar tidak crash," terang General Manager After Sales & Motor Sports PT. YIMM, M. Abidin ditemui di sebelum sesi balapan dimulai.

    Oleh sebab itu Abidin berharap gelaran ini sendiri diharapkan dapat mengedukasi komunitas mengenai safety mulai dari penggunaan peraltan (gear), proses pengisian bahan bakar, dan lain sebagainya. 

    "Setelah race, biasa concern terhadap safety meningkat," ujar Abidin berkaca pada gelaran balap, Yamaha Sunday Race yang sebelumnya diadakan secara rutin.

    Konsep endurance race ini adalah sesuatu yang baru di Indonesia. Abidin bahkan mengatakan kalau ini merupakan lomba ketahan pertama bagi dunia balap Indonesia.

    "Jadi lombanya ada dua kelas, 150 cc dan 250 cc. Kelas 150 cc itu endurance satu jam untuk komunitas. Sementara untuk 250 cc ada dua peruntukan, untuk komunitas juga selama satu jam dan untuk profesional dengan waktu dua jam," jelas dia lagi.

    Setiap tim terdiri dua orang pebalap yang akan bergantian mengendarai satu sepeda motor selama periode waktu tersebut dengan maksimal berkendara 10 lap. Setiap pergantian pebalap, motor diwajibkan masuk ke pad dock sekaligus pemeriksaan kondisi sepeda motor dan pengisian bahan bakar. Tim dengan jumlah lap paling banyak yang akan menjadi pemenang.

    "Jadi bagaimana ini nggak main cepat-cepatan lagi dan pebalap harus mikirin setelah ini temannya gimana? Ini balapan secara tim," jelas Abidin lagi.

    Perbedaan pola balapan ini juga dirasaskan salah satu peserta, Yudho Purwanto dari tim R15ER yang ikut di lomba kelas 150 cc. Dia menjelaskan perlunya penyesuain mulai dari kendaraan samapai kondisi fisik.

    Perbedaaan-perbedaan ini juga yang membuat Yudho yang saat Sunday Race lalu menempapti posisi runner-up alias juara dua harus melorot ke peringkat 8 dalam balapan kali ini bersama rekanya Adam Afgani.

    "Jelas beda, dari strategi, cara berkendara, sampai persiapan semua perlu disesuaikan," jelas pria 25 tahun ini.

    Selain format balapan yang berbeda, Yamaha endurance race juga memperkenalkan Le Mans Style untuk start-nya, yang mengharuskan pengendara berlari menyebrangi lintasan balap, tampat sepeda motornya diletakan. Selain menambah keunikan format balapan, cara start ini juga diseuaikan dengan tren dunia saat ini.

    "Ide ini kan sebenarnya ada di Le Mans sendiri, di Suzuka juga demikian, dan ini tren dunia yang kita coba bawa kemari sebeagai sebuah permulaan," terang Abidin lagi.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini