icon-category Gadget

First Impression Asus Zenfone 10: Seri Baru, Tapi Ubahannya Minor

Uzone.id - Asus Zenfone 10 tak lama lagi meluncur resmi di Indonesia. Pada 29 September mendatang, suksesor Asus Zenfone 9 tersebut akan tersedia di pasaran, bersaing dengan smartphone flagship lain yang juga mengusung spesifikasi di atas rata-rata.

Asus Zenfone 10 masih mengusung konsep yang sama seperti Zenfone 8 maupun Zenfone 9, yakni bodi yang kompak, layar 5,9 inci, tapi ditenagai spesifikasi yang buas. Asus sampai menyerukan tagline khusus untuk ponsel barunya, yakni ‘Mighty on Hand’.

Tagline ini merepresentasikan banyak hal yang bisa dilakukan lewat ponsel yang bisa digenggam satu tangan,” jelas Asus Branch Sales & Marketing Manager Indonesia, Galih Wardhana, dalam sesi Media Sneak Peek Asus Zenfone 10, Selasa (19/9).

Jelang peluncurannya, Asus memberikan kesempatan kepada tim Uzone.id untuk jajal langsung Zenfone 10. Berikut impresi kami ketika pertama kali menggenggam ponsel ‘kecil-kecil, cabe rawit’ ini.

Desain gak berubah banyak

alt-img

“Ini Zenfone 9?”, mungkin itu kira-kira kesan pertama kami saat pertama kali melihatnya. Semirip itu desain antara Asus Zenfone 10 dengan generasi sebelumnya. Baik dari bentuk kameranya, form factor, ukuran layar, sampai feel saat menggenggamnya langsung, karena kebetulan kami sempat menggunakan Zenfone 9 juga.

Gak ada ubahan signifikan yang diberikan oleh Asus, dan ini pun dikonfirmasi langsung oleh pihak Asus Indonesia. Galih mengatakan, “Secara desain, kami mempertahankan desain Zenfone sebelumnya. Ada warna-warna baru, seperti Aurora Green, Starry Blue, dan Eclipse Red.”

alt-img

Ya, kini ada warna baru yang melapisi bodi belakangnya, yakni Starry Blue, Aurora Green, dan Eclipse Red, yang menemani warna Comet White dan Midnight Black.

Ubahan minor lain pada desain adalah, sentuhan halus pada lensa kameranya. Kini, Asus Zenfone 10 mengenakan cincin logam yang lebih kecil dan lebih banyak kaca, dan perbedaan ini sebenarnya tak tampak terlalu jelas kalau tidak teliti melihatnya.

Kemudian, Asus juga memberikan sedikit ubahan pada tulisan-tulisan di sekitar lensa kamera. Gak ada lagi informasi spesifikasi dan nama model kameranya, tapi hanya ‘Asus Zenfone’ saja yang disertakan, lebih minimalis memang.

alt-img

Sisanya, ya kurang lebih sama. Asus sengaja merancang ponsel ini agar terlihat minimalis, bukan premium. Sebab, karakter smartphone ini adalah ponsel fungsional bertenaga besar yang bisa dijangkau semua orang. 

Bahkan, bodi belakangnya saja dibuat dari material polikarbonat yang jarang diusung oleh ponsel kelas flagship. Namun kami apresiasi penggunaan material ini, lantaran lebih nyaman digenggam dan mengurangi hawa panas juga.

Aurora Green jadi warna paling spesial

alt-img

Dari tiga warna baru yang dikenalkan Asus, cuma Aurora Green yang menurut kami paling fresh dan baru di antara warna-warna lainnya. Aurora Green memperlihatkan kelir hijau muda yang terlihat minimalis, dan memang warna ini jadi hero color-nya Zenfone 10.

Warna Aurora Green juga merepresentasikan bentuk kepedulian Asus terhadap lingkungan. Smartphone ini menggunakan bodi belakang dengan material polikarbonat berbasis bio yang ramah lingkungan.

Bahan dasar ini mengurangi penggunaan petrokimia untuk meminimalkan jejak karbon. Makanya, Aurora Green pun terasa pas disandingkan pada bodi plastik smartphone ini, terlebih teksturnya dibuat tak glossy alias matte, jadi lebih kalem kelihatannya.

alt-img

Sementara warna lain, kami rasa tidak berubah dari generasi sebelumnya, meski warna merah dan putih mengusung nama yang berbeda. 

alt-img

Walaupun bodi belakangnya terbuat dari plastik, tapi bingkai smartphone ini tetap solid berkat material aluminum. Asus melapisinya dengan kelir hitam matte, kecuali warna Comet White yang mendapatkan bingkai berwarna perak, demikian juga pada lingkar lensa kameranya.

Ukurannya kompak, pas di genggaman

alt-img

Asus Zenfone 10 mungkin jadi salah satu favorit user yang perlu ponsel dengan ukuran ringkas, tapi tenaganya buas. Smartphone ini beneran bisa digenggam dan dioperasikan oleh satu tangan, lantaran tingginya saja cuma 146,5 mm dan lebar 68,1 mm. 

Asus bahkan sampai membandingkannya dengan smartphone kompak lain dengan spesifikasi serupa, seperti Xiaomi 13 dan Samsung Galaxy S23. Galih, dalam presentasinya menampilkan grafik yang menunjukkan bahwa dimensi Asus Zenfone 10 jauh lebih kecil ketimbang dua kompetitornya tersebut.

alt-img

Dan saat disandingkan, Asus Zenfone 10 memang lebih kecil dari Samsung Galaxy S23. Tapi harus diingat, ukuran yang kecil, berarti layar yang lebih mungil juga. 

Zenfone 10 mengusung layar 5,9 inci, sementara Samsung Galaxy S23 sudah memiliki panel 6,1 inci. Dan secara ukuran bezel, dagu atau bagian bawah Zenfone 10 juga cenderung lebih tebal dari kompetitornya tersebut.

alt-img

Bicara bobot, Zenfone 10 sedikit lebih berat dari sebelumnya, namun terbilang masih yang teringan untuk saat ini, yakni 172 gram.

Refresh rate layar meningkat

alt-img

Asus Zenfone 10 membawa layar yang kurang lebih sama dengan Zenfone 9. Panelnya tetap OLED seluas 5,9 inci dengan resolusi Full HD+ dan aspek rasio 20:9.

Fiturnya juga serupa, seperti telah mengantongi sertifikasi HDR10+ tanpa fitur Dolby Vision, punya intensitas cahaya sampai 1.100 nits, dan lapisan kaca Gorilla Glass Victus. Ada sedikit peningkatan, yakni refresh rate 144Hz.

Akan tetapi, fitur ini hanya bisa diaktifkan melalui Game Genie, dan cuma aktif saat game yang dimainkan mendukung frame rate yang tinggi. Sementara di pengaturan Display, kecepatan refresh yang ditampilkan hanya sampai 120Hz saja.

Lebih sangar dengan Snapdragon 8 Gen 2

alt-img

Asus Zenfone 10 memiliki performa besar berkat prosesor Snapdragon 8 Gen 2. Gak usah diragukan lagi system on chip (SoC) 4nm rancangan TSMC ini, terlebih konfigurasi CPU-nya juga mengedepankan performa tinggi tanpa membebani daya baterai.

Asus Zenfone 10 menawarkan dua konfigurasi RAM dan memori penyimpanan, yakni 8/128 GB dan 16/512 GB yang cuma eksklusif untuk varian warna Midnight Black. Adapun, jenis RAM yang digunakannya adalah LPDDR5X terbaru, sementara storage berjenis UFS 4.0 dengan write dan read speed yang lebih cepat.

Makin tinggi jenis penyimpanan, maka makin cepat juga proses booting, membuka aplikasi, sampai rendering tekstur dari game AAA yang dimainkan. Jadi secara performa, Zenfone 10 memang ponsel ‘kecil-kecil, cabe rawit’.

Untuk baterai masih sama, yakni 4.300 mAh dengan dukungan fast charging 30W. Tapi, ponsel ini sekarang sudah membawa fitur wireless charging 15W. 

Autofocus menghilang, stabilisasi membaik

alt-img

Ada kelebihan, ada juga kekurangan. Begitulah yang terjadi pada kamera Asus Zenfone 10. Kamera utamanya masih menggunakan sensor yang sama seperti sebelumnya, yakni Sony IMX766 50 MP.

Namun, kamera ini sudah dibekali sistem penstabil gambar yang lebih baik, yakni 6-axis Gimbal Stabilization 2.0. Komponen optical image stabilization (OIS) masih sama, cuma di-upgrade secara software saja oleh Asus.

Kini, kamera utama dapat lebih cepat mendeteksi fokus, sehingga membuatnya kian sensitif terhadap perubahan detail ketika pengambilan gambar terjadi. Akurasinya juga meningkat, dan pastinya stabilisasi lebih oke karena fitur electronic image stabilization (EIS) pun ditambah kemampuannya.

alt-img

Namun kekurangannya, boleh lah kamera ultrawide jadi 13 MP, tapi fitur autofocus-nya dihilangkan. Padahal, Asus Zenfone 9 menggunakan kamera 12 MP dengan fitur phase detection autofocus.

Demikian juga kamera depan. Sensornya meningkat jadi 32 MP, dan otomatis resolusinya juga bertambah. Sayang, Asus pun menghilangkan fitur autofocus di kamera selfie.

Untuk pengambilan video, berkat Snapdragon 8 Gen 2, Asus Zenfone 10 bisa merekam video 4K pada 60 FPS atau 8K di 24 FPS.

Perkiraan harga

alt-img

Asus Zenfone 10 akan meluncur resmi di Indonesia pada 29 September mendatang. Acara peluncurannya digelar online, dapat disaksikan melalui kanal-kanal media sosial resmi Asus Indonesia pukul 19.00 WIB.

Buat harga, Asus belum memberikan informasi jelasnya. Tapi kalau melihat generasi sebelumnya, mungkin Asus Zenfone 10 akan dibanderol dengan harga yang menggoda. 

Untuk diketahui, Asus Zenfone 9 saat itu dijual mulai Rp7,9 jutaan sampai Rp11,9 jutaan, jadi salah satu ponsel Snapdragon 8+ Gen 1 termurah di Indonesia. 

Sementara di Eropa, Asus Zenfone 10 dijual dengan harga 799 euro atau setara Rp13 jutaan sampai 929 euro atau sekitar Rp15,2 jutaan. Apakah Zenfone 10 jadi smartphone termurah dari Asus dengan Snapdragon 8 Gen 2 seperti sebelumnya?

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini