icon-category News

First Travel Klaim Akan Berangkatkan 10 Ribu Jemaah

  • 12 Sep 2017 WIB
  • Bagikan :

    PT First Agunerah Karya Wisata atau First Travel berencana memberangkatkan 10.000 jemaah untuk umrah sebagai bagian pelunasan kewajiban debitur kepada para krediturnya. Pengacara First Travel Deski mengatakan pihaknya belum menyusun kepastian jumlah jemaah yang akan diberangkatkan dalam proposal perdamaian.


    “Kalau Pak Andika [Dirut First Travel] dan tim pengurus sudah bicara jumlahnya, itu mungkin saja kami memberangkatkan 10.000 jemaah. Akan tetapi, saya belum menyusunnya di proposal perdamaian,” kata Deski seperti dituturkan ke Bisnis.com, Senin 11 September 2017.

    Sebelumnya, Deski memang menyebut solusi yang ditempuh agen perjalanan umrah ini adalah memberangkatkan jemaah daripada pengembalian uang. Pihaknya pun meminta waktu 6 bulan setelah musim haji berlalu, serta mendapatkan restu dari tim pengurus PKPU untuk dapat memberangkatkan jemaah.

    Salah satu tim pengurus PKPU First Travel Sexio Yuni Noor Sidqi mengatakan rencana memberangkatkan jemaah diungkapkan debitur dengan memanfaatkan waktu perdamaian PKPU sementara. “Saya minta ditulis di proposal dulu, dan tidak bisa langsung disampaikan ke jemaah. Memang rencananya mau berangkatkan segitu,” katanya.

    Hanya saja, kemungkinan tersebut perlu dikaji dan komunikasi dengan pihak debitur perlu diperluas.

    Pengacara dari 6.000 kreditur, Anggi Putra Kusuma, mengatakan janji memberangkatkan 10.000 jemaah itu memerlukan kepastian sumber dana. Hal tersebut, akan terlihat dengan dihadirkannya rencana perdamaian debitur. “Kita perlu lihat proposalnya dulu, jangan hanya janji-janji saja.”

    First Travel telah diputus dalam masa penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) pada 22 Agustus lalu. Para kreditur diberikan waktu untuk mengajukan tagihan hingga 15 September, untuk selanjutnya dilakukan rapat verifikasi pada 27 September 2017.

    BISNIS.COM

    Berita Terkait:

    Tags : first travel 

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini