Pada 12 Februari 2018, PT Astra International secara resmi mengumumkan telah menyuntikkan dana investasi sebesar US$150 juta (sekitar Rp2 triliun) kepada GO-JEK.
Presiden Direktur PT Astra International, Prijono Sugiarto, menyatakan bahwa pendanaan tersebut merupakan investasi terbesar mereka di bidang teknologi.
GO-JEK menyatakan investasi ini sekaligus membuka pintu kerja sama dengan Astra di bidang lain, salah satunya adalah di bidang pembiayaan kendaraan.
Sebelumnya, GO-JEK juga telah mendapatkan pendanaan pada tahun 2017 dari Tencent dan JD, dengan nominal dan rincian investor yang tidak disebutkan.
GO-JEK pun sempat membicarakan tentang kesempatan investasi dengan GDP Venture milik Grup Djarum. Namun menurut Chief Marketing Officer GDP Venture Danny Oei Wirianto perbincangan tersebut masih dalam tahap negoisasi.