Formula 1 Malaysia 2026 Digelar, Waspada Situs Merchandise Palsu
Kembalinya F1 di Sepang 2026 dimanfaatkan penjahat siber dengan situs palsu merchandise. Kaspersky peringatkan risiko kehilangan uang dan data.

Highlight Artikel
- Kembalinya Formula 1 di Sirkuit Sepang (2-4 Oktober 2026) setelah sembilan tahun absen dimanfaatkan penjahat siber.
- Kaspersky menemukan banyak situs web palsu yang menyamar sebagai toko merchandise resmi F1, menawarkan produk tim dan pembalap.
- Situs-situs penipuan ini berisiko menyebabkan penggemar kehilangan uang dan data pribadi ketika memasuki tahap pembayaran.
- Penggemar disarankan untuk memeriksa URL, berbelanja di platform resmi, menggunakan solusi keamanan, dan memantau transaksi untuk menghindari penipuan.
Uzone.id — Formula 1 (F1) akan
kembali digelar di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia setelah sembilan
tahun absen. Tentu ini jadi kesenangan tersendiri bagi penggemar F1 di Malaysia
bahkan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Perusahaan siber Kaspersky menemukan adanya sejumlah situs
web palsu yang menyamar sebagai toko resmi merchandise F1. Situs tersebut
menawarkan berbagai pakaian tim dan produk lainnya yang diklaim sebagai produk
resmi dari masing-masing tim F1.
Karena punya basis penggemar yang cukup besar, modus ini
perlu diwaspadai. Karena alih-alih mendapatkan barang incaran, pengguna justru
berisiko kehilangan uang hingga data pribadi.
Situs-situs palsu
tersebut dibuat cukup meyakinkan. Pelaku menggunakan branding F1 serta
memasang gambar pembalap dan tim agar terlihat seperti toko sungguhan dengan
klaim merchandise ‘resmi’ dan ‘bersertifikat’.
Tak hanya itu, tampilan situsnya pun dibuat menyerupai toko online pada umumnya. Ada fitur pencarian produk, pembuatan akun, keranjang belanja, sampai tawaran pengiriman ke berbagai negara.
Kaspersky mengungkap kalau risiko dari penipuan ini baru
muncul ketika pengguna masuk ke tahap pembayaran atau checkout. Dimana
saat korban memasukkan informasi pribadi maupun data pembayaran, informasi
tersebut berpotensi jatuh ke tangan penipu. Pembayaran tetap diproses, tapi
barang yang sudah dibeli kemungkinan besar tidak dikirim.
Managing Director Kaspersky untuk wilayah Asia Pasifik,
Adrian Hia mengatakan ajang besar seperti F1 dapat menjadi kesempatan bagi
penjahat siber karena penggemar jadi kurang teliti.
“Ajang besar sering kali menciptakan situasi di mana orang
kurang teliti, terutama saat mereka menemukan tim atau pembalap favorit,
ataupun merchandise yang ingin mereka beli,” ujar Adrian.
Ia melanjutkan, “Penjahat siber memanfaatkan perubahan fokus ini, di mana rasa antusias dan pengenalan merek bisa mengalahkan sikap waspada untuk melakukan verifikasi. Oleh karena itu, penting bagi penggemar untuk berhenti sejenak dan memastikan apakah mereka berurusan dengan penjual resmi sebelum melakukan pembelian.”
Untuk menghindari situs-situs merchandise F1 yang bertebaran
di internet, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan sebelum membeli
merchandise F1 secara online.
Pertama, periksa alamat situs atau URL dengan teliti.
Pastikan penulisan nama merek benar dan cari tahu apakah situs tersebut
merupakan toko atau mitra resmi.
Kaspersky juga menyarankan penggemar berbelanja melalui
platform resmi yang terpercaya dan memiliki reputasi baik. Langkah ini dapat
mengurangi risiko pencurian data, penipuan pembayaran, maupun kebocoran
informasi sensitif.
Pengguna juga bisa memakai solusi keamanan yang mampu
mendeteksi halaman berbahaya dan memblokir upaya phishing.
Terakhir, jangan lupa memantau transaksi setelah melakukan
pembayaran. Aktifkan notifikasi transaksi jika tersedia dan periksa mutasi
rekening secara berkala untuk mengetahui apakah muncul transaksi yang tidak
kalian kenali.
Jadi, buat kalian yang sedang berburu merchandise untuk
merayakan kembalinya F1 ke Sepang, jangan langsung tergoda ketika menemukan
jersey atau memorabilia tim favorit dengan tampilan situs yang meyakinkan.
FAQ Artikel
Kapan dan di mana Formula 1 akan kembali digelar di Malaysia?
Formula 1 akan kembali digelar di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia pada 2 hingga 4 Oktober 2026 setelah sembilan tahun absen.
Apa risiko utama dari situs web palsu merchandise F1?
Risiko utama adalah kehilangan uang hingga data pribadi karena informasi pembayaran yang dimasukkan saat checkout berpotensi jatuh ke tangan penipu, dan barang yang dibeli kemungkinan besar tidak akan dikirim.
Bagaimana cara menghindari penipuan saat membeli merchandise F1 secara online?
Untuk menghindari penipuan, periksa alamat situs (URL) dengan teliti, berbelanja melalui platform resmi, gunakan solusi keamanan yang mendeteksi halaman berbahaya, dan pantau transaksi setelah melakukan pembayaran.
Vina Insyani
Jurnalis
