
Langkah Kominfo untuk memblokir situs lelang perawan Nikahsirri.com, ternyata belum sepenuhnya menutup akses ke layanan tersebut.
CNNIndonesia.com mencoba melakukan penelusuran terhadap situs kontroversial itu.Tak cukup sampai disitu, ada lima layanan utama yangd ditawarkan dalam situs nikah sirri.com. Lelang perawan menjadi layanan unggulan yang ditawarkannya.
Disebutkan layanan itu terinspirasi dari novel "Ronggeng Dukuh Paruk" dan budaya daerah yang melelang keperawanan. Untuk menjamin status keperawanan atau keperjakaan mitranya, pengelola memberikan garansi lewat tes medis dan 'sumpah pocong'.
Disamping layanan unggulannya, situs ini juga menghadirkan layanan mencari istri, suami, penghulu, hingga saksi pernikahan.
Tak ubahnya dengan pernikahan resmi, pengelola juga memasang 'tarif' bagi klien yang ingin mencari jodoh lewat programnya. Pria atau wanita yang ingin mencari dan melihat calong pasangan diharuskan membli koin mahar senilai Rp100 ribu per koin.
Bekal koin mahar yang dimiliki klien bisa digunakan untuk melihat daftar calon mempelai dan memilih pasangan yang diinginkan. Ia mengklaim situs nikahsirri.com tidak akan melakukan aksi penipuan terkait calon pasangan dalam daftar mereka.
Alih-alih memilah kalangan tertentu, Nikahsirri.com secara gamblang mengajak siapapun tanpa melihat latar belakang untuk menjadi mitra mereka. Lagi-lagi, iming-iming penghasilan ratusan juta dan penggunaan gambar perempuan dengan pose sensual.
Tak lupa, situs ini juga memberikan persyaratan bagi pria dan wanita yang ingin mendaftarkan diri dalam program nikahsirri.com.
Sontak, semua sistem yang diterapkan Aris dalam layanan Nikahsirri.com menuai beragam respon dari netizen. Lini masa Twitter diwarnai sikap netizen yang mengaku kaget dengan munculnya situs tersebut.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Saat ini pengelola dan pemilik nikahsirri.com, Aris Wahyudi, sudah diringkus polisi. Situs nikahsirri.com dinilai mengandung unsur pornografi, eksploitasi anak dan wanita, menawarkan lelang perawan, serta menyediakan jodoh dan wali nikah.
Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa laptop, empat topi warna hitam bertuliskan "Partai Ponsel", dua kaos warna hitam bertuliskan "Virgins Wanted" dan satu spanduk bertuliskan "Deklarasi Partai Ponsel Brutally Honest Political".