
Uzone.id - Dua produk baru diluncurkan Fujifilm di awal tahun ini, yakni kamera hybrid Instax Mini Evo Cinema yang bisa merekam video, serta printer Instax Mini Link+.
Kedua produk ini dipamerkan Fujifilm dalam acara ‘Creative House of Instax’ yang digelar pada 28 Januari sampai 8 Februari 2026 di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Dari dua produk tersebut, kamera Instax Mini Evo Cinema berhasil bikin kami kepincut.Desain kamera ini mirip kamera lawas Fujica Single-8, namun dibekali tiga fungsi utama, yakni mengambil foto, video, dan bisa dijadikan printer dengan menyambungkannya ke smartphone.
“Secara kegunaan, Instax Mini Evo Cinema bisa digunakan sebagai video shooting yang pertama, yang kedua still image, dan yang ketiga pastinya adalah smartphone printer,” jelas Nathasya, Product Marketing Consumer Printing Fujifilm Indonesia dalam acara peluncuran yang berlangsung pada Rabu (28/1).
Di balik tampangnya yang klasik, Instax Mini Evo Cinema mengandalkan sensor CMOS 1/5 inci dengan filter warna primer yang mampu menghasilkan foto beresolusi sekitar 5 MP. Lensanya berjenis fixed lens 28mm dengan bukaan f/2.0, yang mampu menangkap gambar ‘lintas generasi’ lewat fitur Eras Dial.
“Fitur utamanya adalah Eras Dial, dimana kita dapat menggunakan berbagai filter, bernostalgia dengan perfilman dari tahun 1930 sampai 2020. Dan untuk output-nya ada dua pilihan, bisa foto dan juga video,” katanya.
Eras Dial adalah tombol putar fisik yang menyediakan 10 efek visual berbeda dari berbagai era, termasuk nuansa film 8mm, yang membuat foto atau video berkesan artsy dan sinematik. Masing-masing filter tersebut memiliki 10 tingkat penyesuaian yang dapat diatur dengan memutar bingkai lensa di depan.
Instax Mini Evo Cinema dibekali memori internal yang sanggup menampung sekitar 50 foto atau 10 klip video. Jika dirasa kurang, pengguna tinggal masukkan microSD saja. Klaim Fujifilm, microSD 1 GB bisa menyimpan hingga 800 foto atau 162 klip video pendek.
Ya, video yang direkam kamera ini hanya berdurasi maksimal 15 detik saja. Nantinya, video akan dikonversi menjadi QR Code yang dicetak bersama dengan foto yang sudah dipilih. Ketika kode tersebut dipindai kamera smartphone, videonya dapat langsung diputar dan disimpan.
Seperti kamera Instax lainnya, Instax Mini Evo Cinema juga dapat berfungsi sebagai printer. Kamera ini dapat mencetak foto yang diambil langsung dari kamera, atau dari smartphone dengan format JPEG, PNG, hingga HEIF.
Soal daya tahan baterai, terdapat baterai Lithium-Ion yang diklaim kuat mencetak sampai 100 lembar foto dalam sekali pengecasan. Pengisian dayanya sudah menggunakan port USB-C di bagian depan, dengan durasi 2 sampai 3 jam.
Instax Mini Link+
Selain kamera, ada printer Instax Mini Link+. Bedanya, keluaran foto dari printer ini dapat digunakan sebagai dekorasi interior maupun aksesori sehari-hari, seperti ditempelkan pada bagian belakang casing ponsel misalnya.
Printer ini dilengkapi mode Design Print untuk menghasilkan cetakan teks dan detail pola visual halus secara lebih tajam, serta mode Simple Print untuk gradasi halus pada foto dan ilustrasi. Fitur Simulation pada aplikasi instax juga memungkinkan pengguna memvisualisasikan penempatan cetakan sebelum mencetaknya.
Kelebihan utamanya adalah integrasi dengan Pinterest. Jadi, ide-ide visual atau foto estetik yang pengguna simpan di Pinterest bisa langsung dicetak dengan mudah.
“Kita bisa memvisualisasikan hasil karya atau desain sebelum dicetak. Dengan aplikasi Instax Mini Link+, pengguna juga bisa terhubunng ke akun Pinterest mereka,” pungkas Nathasya.
Harga dan ketersediaan
Kamera Fujifilm Instax Mini Evo Cinema dibanderol dengan harga Rp6.249.000, sedangkan Instax Mini Link+ dijual Rp2.299.000.
Untuk kamera sudah tersedia di official store dan seluruh toko resmi Fujifilm di Indonesia. Sedangkan untuk printer, statusnya masih pre-order, dengan informasi ketersediaan akan diumumkan lebih lanjut.