
Uzone.id - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) seolah sedang 'melawan' pemerintah. Isu impor besar-besaran mobil komersial dari India yang digagas Koperasi Desa Merah Putih, direspon sengit.
Sebelumnya, BUMN Agrinas Pangan Nusantara, pelaksana utama pembangunan Kopersasi Desa Merah Putih di Indonesia, diketahui akan mengimpor 105 ribu unit mobil komersial termasuk pikap dari India tahun ini.Aktivitas ini menuai kritikan karena Indonesia merupakan salah satu produsen pikap terbesar dan sialnya, wacana tersebut dilakukan ketika industri otomotif lagi terpuruk.
Pada awal Februari ini ada dua produsen kendaraan komersial dari India, Mahindra & Mahindra dan Tata Motors, yang mengumumkan ekspor pikap ke Indonesia untuk Agrinas.
Pada 4 Februari 2026, Mahindra menyatakan bakal mengirim total 35 ribu unit pikap Scorpio pada tahun ini buat Agrinas guna mendukung proyek Koperasi Desa Merah Putih.
Respon Gaikindo: Industri Mobil Komersial Indonesia Sanggup Penuhi Permintaan Lokal
Melalui keterangan resmi yang diterima redaksi, Gaikindo melaporkan saat ini beranggotakan 61 (enam puluh satu) perusahaan otomotif dengan total kapasitas produksi 2,5 juta unit kendaraan bermotor roda empat atau pun lebih.
Dan untuk kendaraan komersial kelas menengah ke-bawah atau pick-up selama ini diproduksi oleh beberapa Perusahaan anggota Gaikindo yakni:
Secara keseluruhan anggota-anggota GAIKINDO tersebut mempunyai kapasitas produksi untuk jenis kendaraan pick-up mencapai lebih dari 400.000 unit per-tahun yang hingga kini belum dapat dipergunakan secara optimal.
Kendaraan-kendaraan yang diproduksi tersebut umumnya adalah kendaraan dengan penggerak 4x2, dan kendaraan-kendaraan tersebut ini sudah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup tinggi, mencapai lebih dari 40%.
Kendaraan-kendaraan komersial penggerak 4x2 atau jenis pick-up tersebut telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat diseluruh pelosok tanah air.
Hal ini juga berkat dukungan jaringan servis bengkel pelayanan purna jual yang tersebar cukup luas. Sedangkan untuk kendaraan jenis penggerak 4x4 juga dapat diproduksi, namun memerlukan waktu untuk persiapan produksinya.
Total pekerja 1.5 juta orang di seluruh ekosistim industrinya.
Selama beberapa tahun belakangan ini penjualan kendaraan bermotor dalam negeri sedang tertekan, mencatat angka penjualan dibawah 1 juta unit dalam kurun waktu satu tahun.
Namun, angka eksport kendaraan bermotor dari Indonesia ke-93 negara, dapat mencapai lebih dari 518,000 unit.
Terkait dengan rencana impor kendaraan dari India, Putu Juli Ardika selaku Ketua Umum Gaikindo meyatakan keyakinan Gaikindo bahwa perusahaan kendaraan bermotor di Indonesia mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
”Sebenarnya anggota Gaikindo dan juga industri-industri pendukungnya, mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun memang diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi,” ungkap Putu Juli.
Ia juga menambahkan bahwa bila diberikan kesempatan dan waktu yang memadai maka anggota-anggota Gaikindo dan Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM) diharapkan bisa ikut berpartisipasi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan-kendaraan komersial tersebut.
Sehingga dapat mengoptimalkan kapasitas produksi dalam negeri yang ada serta menghindari terjadinya pengurangan tenaga kerja yang saat ini berpotensi cukup tinggi karena penurunan permintaan pasar dalam negeri selama beberapa tahun belakangan.