
Uzone.id - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) baru saja memberikan masukan menarik buat pemerintah. Mereka berharap kebijakan stimulus untuk industri otomotif nasional bisa diperluas jangkauannya.
Menurut Gaikindo, insentif pemerintah sebaiknya tidak cuma fokus ke mobil listrik berbasis baterai (BEV) saja. Mobil bermesin konvensional (ICE), hybrid, sampai plug-in hybrid (PHEV) juga dirasa perlu mendapat "suntikan semangat" agar pasar otomotif kita tetap stabil.Kabar ini muncul di tengah ramainya perbincangan soal dukungan pemerintah, apalagi setelah ada isu relokasi pabrik komponen asal Jepang ke Vietnam.
Ketua Harian Gaikindo, Anton Kumonty, sebenarnya tetap mengapresiasi langkah pemerintah sejauh ini dalam menjaga daya saing industri kita.
"Gaikindo melihat pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam mendukung industri otomotif nasional," ungkap Anton dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/6/2026).
"Berbagai kebijakan yang diterapkan, mulai dari pemberian fasilitas investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog yang rutin dengan pelaku industri, merupakan bentuk nyata upaya pemerintah dalam menjaga daya saing industri otomotif Indonesia sekaligus memberikan kepastian bagi seluruh investor," tambahnya.
Beberapa kebijakan yang sudah berjalan antara lain fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS) yang membebaskan bea masuk bahan baku tertentu, insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), hingga program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).
Data Gaikindo mencatat, fasilitas USDFS sudah dimanfaatkan oleh 74 perusahaan sampai akhir 2025, di mana 57 di antaranya adalah pemain di sektor otomotif.
Sementara itu, PPN DTP terbukti ampuh menjaga permintaan mobil dan lapangan kerja saat pasar sedang lesu.
Anton juga memuji ruang komunikasi yang selalu terbuka lewat forum seperti Indonesia–Japan Automobile Dialogue. Namun, Gaikindo merasa tantangan ke depan makin besar, jadi butuh dukungan yang lebih merata.
"Keberhasilan industri otomotif nasional sangat bergantung pada kolaborasi yang erat antara pemerintah dan seluruh pelaku industri," tegasnya.
Senada dengan hal itu, Jongkie Sugiarto selaku Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo, mengusulkan agar stimulus diberikan ke seluruh teknologi kendaraan—baik itu ICE, Hybrid (HEV), maupun PHEV—bukan cuma BEV.
Tujuannya agar seluruh ekosistem merasakan manfaatnya, terutama saat pasar sedang melambat.
"Melihat dukungan dari pemerintah terhadap industri otomotif Jepang di Indonesia, beberapa perusahaan otomotif dari China yang saat ini sedang mulai berinvestasi menyatakan keinginannya untuk mendapatkan dukungan yang sama agar dapat menjalankan rencana jangka panjangnya di Indonesia," ujar Jongkie.
Singkatnya, kebijakan yang merangkul semua teknologi ini dipercaya bakal menjaga pertumbuhan pasar sekaligus bikin industri otomotif Indonesia makin kompetitif di kancah regional.