
Ramainya isu pelecehan seksual di pusaran sineas Hollywood turut menyeret nama Brett Ratner. Produser sekaligus sutradara itu dituding melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa perempuan seperti yang dilakukan Harvey Weinstein, James Toback, serta aktor Kevin Spacey.
Karena hal itu, menurut laporan Ace Showbiz, aktris kondang Gal Gadot mengaku enggan kembali membintangi sekuel film Wonder Woman. Wanita asal Israel ini telah membuat sikap untuk melawan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Ratner dengan menolak terlibat di film Wonder Woman selanjutnya.
Gadot disebut tak akan mengubah pendiriannya itu, kecuali Ratner, yang menjadi produser di filmnya, benar-benar dikeluarkan dari produksi.
Lihat juga:VIDEO: Lima Besar Box Office Hollywood Pekan Ini |
Sebuah penundaan dapat mempertaruhkan keberhasilan yang telah diciptakan film ini. Penting untuk juga untuk diketahui bahwa film ini juga menjadi panggung dan pintu gerbang bagi Justice League yang tayang dalam waktu dekat dan film-film DC Extended Universe lainnya di kemudian hari.
Rumah produksi Ratner, RatPac-Dune Entertainment, sebelumnya ikut memproduksi film pertama Wonder Woman. Karya ini meraup lebih dari US$800 juta (Rp10 triliun) di seluruh dunia, dan perusahaan Ratner turut mendapat sebagian besar keuntungan.
"Brett menghasilkan banyak uang dari kesuksesan Wonder Woman. Sekarang Gadot mengatakan bahwa dia tak akan menandatangani untuk sekuelnya kecuali Warner Bros menyingkirkan Brett," kata sumber itu lebih lanjut, seperti dikutip dari Ace Showbiz.
Meski demikian, perwakilan untuk Gadot dan Ratner tidak menanggapi masalah ini, sementara representatif Warner Bros hanya mengatakan bahwa itu tidak benar.
Sebelumnya, saat aktris berusia 32 tahun itu mengetahui polemik pelecehan seksual di Hollywood, dia membagikan pendapatnya dalam sebuah unggahan di Instagram pada awal Oktober.
"Penindasan dan pelecehan seksual tidak dapat diterima! Saya berdiri di samping semua wanita luar biasa yang menghadapi ketakutan dan berani berbicara. Bersama kita berdiri. Kita semua bersatu pada perubahan saat ini," tulisnya.