
Platform Steam (Foto: Getty Images)
Uzone.id - FBI saat ini sedang turun tangan menyelidiki penyebaran malware berbahaya yang disusupkan lewat sejumlah game di Steam. Menurut temuan FBI, yang diungkap via situs resminya, pelaku kejahatan siber ini aktif beraksi antara Mei 2024 hingga Januari 2026.
Total, ada 7 game yang dicurigai sebagai sarang malware berbahaya tersebut. Dikutip dari Polygon, game-game tersebut adalah BlockBlasters, Chemia, Dashverse/DashFPS, Lampy, Lunara, PirateFi, dan Tokenova.Modus para pelaku terbilang rapi dan terselubung. Game-game tadi benar-benar berfungsi seperti permainan pada umumnya. Genre-nya pun beragam, dari FPS hingga game platformer.
Namun, para pelaku memakai taktik ‘Trojan Horse’, di mana malware diam-diam disuntikkan melalui patch pada update game atau saat pemain setuju untuk ikut serta dalam sesi playtest.
FBI menyebut, motif serangan siber ini berkaitan erat dengan penipuan dan pencurian aset kripto. Seperti game BlobkBlasters misalnya, yang disebut-sebut sebagai salah satu kasus terparah, dituding berhasil mencuti kripto senilai USD150 ribu atau Rp2,5 miliar dari salah satu korbannya.
Padahal, data SteamDB mencatat kalau game ini hanya pernah dimainkan maksimal oleh tujuh orang secara bersamaan.
Valve selaku pemilik Steam sudah bergerak cepat dengan langsung menghapus game-game tersebut dari platform-nya, setelah menyadari adanya aktivitas berbahaya. Namun, serangan ini sudah terlanjur terjadi.
Mengingat jaringan pelaku beroperasi menggunakan taktik yang terus berubah, FBI kini menyediakan halaman web khusus untuk mengumpulkan informasi.
"Para pelaku di balik skema ini beroperasi dalam ekosistem kompleks yang terdiri dari pengembang, afiliasi, dan penyedia layanan yang terus-menerus memodifikasi taktik dan teknik mereka," demikian tertulis di halaman Divisi Siber FBI.
Mereka mendorong siapa saja yang menjadi korban untuk segera melapor, dengan jaminan bahwa semua identitas pelapor akan dirahasiakan sepenuhnya. Sejauh ini, baik Valve maupun FBI menolak memberikan komentar tambahan terkait investigasi yang sedang berjalan.