Gara-gara eFishery, Dana Pensiun Warga Malaysia Rugi Rp850 Miliar

Highlight Artikel
- Dana pensiun pemerintah Malaysia, KWAP, menjadi korban dugaan fraud investasi USD47,7 juta di startup agritech Indonesia, eFishery.
- Dugaan fraud mencakup penggelembungan pendapatan eFishery hingga hampir USD600 juta atau 75% dari total yang dilaporkan.
- Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, turun tangan untuk mengupayakan pemulihan dana investasi KWAP.
Uzone.id — Dana pensiun milik
pemerintah Malaysia, The Retirement Fund Incorporated (KWAP) turut
menjadi korban dugaan fraud (penipuan) dalam investasi startup agritech
Indonesia, eFishery.
KWAP tidak berinvestasi sendirian. Putaran pendanaan
tersebut turut diikuti sejumlah investor besar seperti Temasek, SoftBank,
42XFund, dan Northstar.
Modus Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan eFishery
Menurut Kementerian Keuangan Malaysia, investasi tersebut sebenarnya telah melalui various proses evaluasi, mulai dari penilaian internal, uji kelayakan (due diligence) independen, hingga pemeriksaan laporan keuangan oleh auditor internasional.
Para investor pun menuduh bahwa manajemen eFishery melakukan manipulasi laporan keuangan secara terencana sehingga berhasil lolos
dari proses pemeriksaan tersebut dan berhasil memenuhi kandidat untuk penyuntikan dana.
Tindakan Pemerintah Malaysia dan KWAP
Akibatnya, pemerintah Malaysia kini melaporkan dugaan fraud
kepada otoritas terkait sekaligus menempuh jalur hukum untuk mengupayakan
pemulihan dana investasi mereka.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim pun turun tangan dan
terus melakukan berbagai upaya agar dana KWAP pulih kembali.
"Konsorsium investor, termasuk KWAP, terus melakukan segala upaya untuk memulihkan dana investasi tersebut," kata Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dikutip dari South China Morning Post.
Selain menempuh jalur hukum, KWAP juga melakukan evaluasi
menyeluruh terhadap proses investasinya. Hasil evaluasi tersebut kemudian sudah
disampaikan kepada dewan direksi sebagai bagian dari mekanisme akuntabilitas
internal.
Mengenal KWAP: Dana Pensiun Pemerintah Malaysia
KWAP sendiri adalah lembaga milik pemerintah Malaysia yang
bertugas mengelola dana pensiun pegawai negeri sipil Malaysia. Lembaga ini
berada di bawah pengawasan Kementerian Keuangan Malaysia.
Salah satu tugas dari lembaga ini adalah menginvestasikan
dana yang dikelolanya ke berbagai instrumen termasuk saham, obligasi hingga
perusahaan rintisan seperti eFishery.
Rincian Penggelembungan Pendapatan eFishery
Kasus eFishery sendiri mencuat setelah penyelidikan awal
menemukan dugaan penggelembungan pendapatan perusahaan hingga hampir USD600
juta atau sekitar Rp9,7 triliun dalam periode sembilan bulan hingga September
2024.
Temuan ini diketahui berasal dari sebuah draft laporan setebal 52 halaman yang diedarkan di antara investor dan ditinjau oleh Bloomberg News. Jika temuan ini valid, itu artinya lebih dari 75 persen dari angka pendapatan yang dilaporkan oleh eFishery merupakan angka palsu.
Diketahui, eFishery mengaku perusahaan untung sebesar USD16
juta atau Rp261,3 miliar dan meraup pendapatan USD752 juta atau Rp12,3 triliun
selama Januari hingga September 2024. Namun kenyataan dalam laporan investigasi
ini eFishery justru mengalami kerugian USD35,4 juta atau Rp578 miliar.
Akibatnya, pendiri sekaligus mantan CEO eFishery, Gibran
Huzaifah pun dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara oleh Pengadilan Bandung
setelah dinyatakan bersalah dalam perkara penggelapan dan tindak pidana
pencucian uang tersebut.
FAQ Artikel
Apa itu KWAP dan mengapa mereka terlibat dalam kasus eFishery?
KWAP adalah The Retirement Fund Incorporated, dana pensiun milik pemerintah Malaysia yang mengelola dana pegawai negeri sipil. Mereka terlibat karena menginvestasikan USD47,7 juta di eFishery pada 2023 dan menjadi korban dugaan fraud.
Berapa nilai investasi KWAP di eFishery dan siapa saja investor lainnya?
KWAP berinvestasi sebesar USD47,7 juta atau sekitar Rp855 miliar. Investor lain dalam putaran pendanaan tersebut meliputi Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar.
Bagaimana dugaan fraud di eFishery terungkap?
Dugaan fraud terungkap setelah penyelidikan awal menemukan penggelembungan pendapatan perusahaan hingga hampir USD600 juta atau sekitar Rp9,7 triliun. Lebih dari 75 persen pendapatan yang dilaporkan eFishery diduga palsu.
Apa tindakan yang diambil oleh pemerintah Malaysia dan KWAP?
Pemerintah Malaysia melaporkan dugaan fraud kepada otoritas terkait dan menempuh jalur hukum. Perdana Menteri Anwar Ibrahim turun tangan, dan KWAP melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses investasinya.
Apa konsekuensi hukum bagi pendiri eFishery?
Pendiri sekaligus mantan CEO eFishery, Gibran Huzaifah, dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara oleh Pengadilan Bandung setelah dinyatakan bersalah dalam perkara penggelapan dan tindak pidana pencucian uang.

