
Maskapai pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyatakan sebanyak 88 penerbangan domestik dan internasional untuk tujuan dari dan ke Bali dibatalkan.
Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Hengki Heriandono menjelaskan, penerbangan yang batal di antaranya 42 penerbangan yang akan tiba di Bali dan 46 penerbangan yang akan berangkat dari Bali.
Ia menjelaskan, hal itu dilakukan menyusul "Notification to Airman/Notam" (Informasi Operasional Penerbangan) Nomor A4242/17 yang dikeluarkan oleh Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI/AirNav Indonesia).
Garuda Indonesia akan terus memonitor situasi dan perkembangan berkaitan dengan aktivitas Gunung Agung tersebut, khususnya aktivitas sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.
"Penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Bali tersebut akan dilayani kembali setelah sebaran abu vulkanik dari Gunung Agung mereda dan kembali dalam situasi normal," tuturnya.
Sementara itu, Hengki mengatakan sampai saat ini penerbangan Garuda Indonesia untuk tujuan dari dan ke Lombok pun juga masih dibatalkan, mengingat sebaran abu vulkanik dari Gunung Agung masih mengganggu lintasan penerbangan untuk tujuan penerbangan ke Lombok tersebut.
Menyusul induk usahanya, maskapai berbiaya hemat (LCC) PT Citilink Indonesia juga membatalkan penerbangan dari dan menuju Denpasar, Bali menyusul penutupan Bandara Ngurah Rai yang terdampak aktivitas vulkanik Gunung Agung.
"Menyusul dengan dikeluarkannya NOTAM (Notice to Airmen) nomor A4242/17 mengenai penutupan Bandara Ngurah Rai, demi keselamatan dan keamanan penerbangan maka Citilink Indonesia membatalkan penerbangan dari dan menuju ke Bali," kata Vice President Corporate Communications Citilink Indonesia Benny S. Butarbutar.
Seluruh penerbangan Citilink Indonesia dengan rute menuju Denpasar Bali terpaksa dibatalkan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan.
"Terdapat 30 penerbangan dari dan menuju Denpasar Bali dibatalkan karena dampak erupsi Gunung Agung diantaranya dari Jakarta (Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusuma), Bandung, Surabaya, Balikpapan dan Dili," kata Benny.