icon-category Auto

Gebrakan Vespa Lewat Dua Skuter Matik Baru

  • 25 Mar 2017 WIB
  • Bagikan :

    Vespa, merek motor legendaris yang sempat tenar di Tanah Air beberapa dekade lalu, kini hadir dengan skuter matik tampilan baru nan menawan. Seberapa besar kansnya bersaing di ranah motor matik Tanah Air?

    Piaggio Indonesia meluncurkan Vespa LX dan S yang dilengkapi dengan mesin i-get generasi terbaru dengan kapasitas mesin 125cc. Kedua skuter ini didesain khusus untuk generasi muda Indonesia yang kreatif dan dinamis.

    Peluncuran resmi kedua skuter matik terbaru ini digelar di Bistro PARC 19, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat 24 Maret 2017. Dilengkapi dengan teknologi terkini, Vespa LX dan S digadang-gadang sebagai skuter ikonik.

    Tampilan menawan dengan warna-warna berani dan harga yang menarik diharapkan dapat menggaet minat generasi muda Indonesia masa kini.

    “Peluncuran ini menjadi bukti nyata dari komitmen Piaggio dalam menghadirkan produk yang mampu menjawab kebutuhan pasar,” ujar President Director PT Piaggio Indonesia, Marco Noto La Diega.

    Melalui Vespa LX dan S i-get 125cc, portofolio Vespa semakin lengkap dalam memenuhi kebutuhan para pengendara di Indonesia dengan berbagai produk, mulai dari entry-level hingga model premium unggulan.

    Mesin i-get (Italian Green Experience Technology) adalah teknologi mutakhir sepeda motor dari Negeri Pizza itu. Teknologi ini diklaim dapat meningkatkan performa, efisien bahan bakar dan mengurangi kebisingan dalam berkendara.

    “Kami tidak pernah mengesampingkan teknologi dan kualitas premium pada produk kami. Pada Vespa LX dan S, Anda akan melihat kualitas tinggi yang juga dapat ditemukan di lini kendaraan premium unggulan kami,” sambung Marco.

    Pada 2016 lalu, Vespa meluncurkan produk unggulan—Primavera dan Sprint—sekaligus merayakan ulang tahun ke-70 Vespa. Menindaklanjuti ulang tahun tersebut, pada 2017 ini Vespa kembali meluncurkan dua produk; Vespa LX dan S.

    “Kenapa kami melakukan hal ini? Karena kami ingin melayani negeri ini (Indonesia). Dan kami sangat berkomitmen dengan negeri Indonesia. Kami ingin melakukan ekspansi produk kepada generasi muda. Kaum muda akan selalu ada di DNA Vespa,” kata Marco.

    Ia menegaskan, kenyamanan mengendarai Vespa sangat unik. Tidak seperti mengendarai kendaraan lainnya. Vespa akan ‘selalu’ muda. Vespa LX dan S adalah simbol abadi keanggunan desain Vespa.

    Pada kedua motor ini, ditambahkan sejumlah pilihan-pilihan stylish dengan warna-warna dinamis. Walau dari sisi mesin lebih kecil dari tipe sebelumnya, namun tetap fun to ride, lebih hemat energi, lebih sporty dan modern.

    Seluruh detail mulai dari saluran pembuangan, hingga penutup gearbox dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman. Komponen mekanikal dan elektronik mesin juga sepenuhnya didesain untuk mengoptimalkan konsumsi bahan bakar dan performa yang maksimal.


    Vespa LX i-get 125cc tersedia dalam tiga warna; Nero Vulcano (Vulcano Black), Rosso Dragon (Red DragonJ) dan Giallo Lime (Yellow Lime). Skuter yang nampak modis ini dibanderol dengan harga Rp 29 juta on the road (OTR) di Jakarta.

    Sementara Vespa S i-get 125cc diperkenalkan dalam tiga varian warna; Grigio Titanio (Titanium Grey), Rosso Matt (Red Matt), dan Verde Matt (Green Matte). Harga OTR di Jakarta dibanderol sebesar Rp 31,5 juta.

    “Sebagai salah satu ikon budaya pop dunia, Vespa melalui seri LX dan S akan menjadi skuter yang sesuai untuk generasi muda Indonesia yang penuh semangat, percaya diri dan memiliki kreativitas tinggi,” ujar Marketing Director PT Piaggio Indonesia, Andre Sanyoto, berpromosi.

    Warna-warna berani yang dimiliki oleh Vespa, kata dia, menunjukkan kreativitas dan kepribadian mereka. “Anda harus mencoba Vespa, merasakan kenyamanan berkendara yang optimal. Anda akan menyadari bahwa skuter ini sangat cocok untuk siapa pun yang ingin memiliki gaya hidup khas Vespa,” imbuhnya.

    Andre optimistis kedua motor ini akan disukai konsumen dan memenuhi target pemasaran. Walau tak menyebut berapa target yang harus terjual, namun Andre percaya bahwa pangsa pasar Vespa masih terbuka lebar. “Berkaca pada pemasaran tahun lalu, tahun ini kami tetap optimistis.”

    Ia menegaskan, sasaran utama Vespa adalah mereka yang berjiwa muda. Mulai dari anak kuliah hingga orang yang agak tua secara usia namun berjiwa muda. Andre juga tidak terlalu khawatir dengan pesaing lain yang bermain di segmen yang sama. Sebab, Vespa menurutnya, memiliki segmentasi tersendiri dan konsumen yang loyal.

    “Tidak hanya soal premiumnya, tapi Vespa juga dikenal karena heritage-nya. Saya kira dari sisi heritage dan ikonik, belum ada yang seperti Vespa,” tegasnya.

    Untuk menjaga loyalitas pelanggan, kata Andre, Vespa selalu memperbaiki experience yang telah ada. Baik dari sisi digital, event, maupun layanan purna jual. Semuanya, tegas dia, dijaga dengan standar yang tinggi.

    Selain itu, Vespa juga merawat komunitas Vespa yang ada di Indonesia. Komunitas Vespa Indonesia merupakan komunitas terbesar kedua di dunia setelah Italia. Jumlah anggota komunitas ini diperkirakan 40 ribu orang lebih.

    “Kita selalu menghargai rekan-rekan komunitas yang selalu agresif membuat event atau kegiatan-kegiatan lainnya. Kita selalu bermitra dengan mereka untuk menjaga retensi dan experience setelah mereka membeli Vespa.”

    Konsumen Vespa diharapkan tak terlalu khawatir dengan layanan purna jual Vespa LX dan S. Aftersales Director PT Piaggio Indonesia Rakhmat Cahyo Pratomo mengungkapkan, setiap mengeluarkan produk terbaru, pihaknya telah melatih mekanik di dealer-dealer Vespa.

    “Ibaratnya proses transfer ilmu. Demikian pula, suku cadang yang dibutuhkan semuanya telah kita kirim ke dealer. Soal layanan purna jual kami tidak khawatir, karena telah kita siapkan jauh-jauh hari,” ujar pria yang karib dipanggil Tomi ini.

    “Jika masyarakat merasa kesulitan mendapatkan suku cadang, silakan hubungi kami. Nanti kami sediakan,” tegasnya.

    Hingga kini Piaggio telah memiliki 37 dealer di Pulau Jawa, Sumatera dan Bali. Akhir tahun ini ditargetkan telah berdiri sebanyak 40 dealer di tiga wilayah tersebut. Tomi mengungkapkan, sejak pertama kali masuk Indonesia pada 2011, grafik penjualan Vespa terus mengalami peningkatan. Ia merasa apa yang dilakukan perusahaannya sudah on the track (tepat).

    Karenanya, kata Tomi, Vespa Indonesia akan terus mengembangkan apa yang telah dicapai dengan memperbanyak pameran, event-event, maupun kegiatan promosi lainnya. Terutama branding digital.

    Selain itu, pihaknya juga akan terus memperkuat kemitraan dengan komunitas. Tomi tak memungkiri bahwa peran komunitas sangat besar dalam mengkampanyekan produk-produk Vespa.

    Piaggio Indonesia
    PT Piaggio Indonesia adalah Agen Pemegang Merek (APM) kendaran roda dua ternama kebanggaan Italia. Tidak hanya dikenal sebagai pemain utama di industri otomotif, Piaggio juga merupakan simbol pop-culture dan gaya hidup dinamis.

    Hadir di Indonesia sejak 2011, Piaggio Indonesia berkomitmen untuk selalu menghadirkan ide-ide baru dan produk inovatif. Ada empat merek kendaraan roda dua yang dipasarkan di Indonesia; Piaggio, Vespa, Aprilia dan Moto Guzzi.

    Dari lini skuter premium, Piaggio Indonesia memiliki dua merek yang diakui secara global; Vespa dan Piaggio. Jajaran produk Piaggio antara lain adalah Liberty i-get 150 cc dan Medley i-get 150cc, dua kendaraan yang praktis dan fungsional dengan gaya serta desain khas Italia.

    Marco Noto La Diega mengungkapkan, untuk dapat bersaing dalam ketatnya industri otomotif di Indonesia, yang paling utama dilakukan adalah menjaga momentum dan kepuasan pelanggan.

    Ketika mengeluarkan produk baru, kata dia, Anda tidak hanya mengeluarkan produk, tapi juga apa yang ada di belakang produk tersebut. Misalnya, strategi pemasaran yang baru, brosur yang bagus, aksesoris yang baik, mesin yang tangguh, hingga mekanik yang terlatih.

    "Semua ini menurut saya saling berkaitan untuk diluncurkan di pasar. Dengan begitu, pelanggan kita akan merasa puas dengan produk yang kita tawarkan," ujarnya.

    Pria kelahiran Italia ini menambahkan, kompetisi adalah sesuatu yang sehat karena memberikan pilihan pada pelanggan. Ketika berkompetisi, ia yakin telah melakukan sesuatu yang benar.

    “Ketika berkompetisi, Anda tidak hanya berkompetisi soal harga, tapi juga nilai-nilai. Vespa berbeda dengan produk lainnya. Saya tidak mengatakan produk saya lebih bagus, tapi saya mengatakan produk saya berbeda," ia menegaskan.

    Pihaknya, menurut Marco, tak hanya menjual motor, tapi juga menjual gaya hidup, mimpi, hasrat, ambisi dan aspirasi. Inilah nilai-nilai utama yang membuat perusahaannya tetap yakin mencapai tujuan.

    Semua produk Piaggio yang masuk Indonesia diproduksi di Vietnam. Ketika disinggung soal kemungkinan membangun pabrik di Indonesia, Marco tak memberikan jawaban tegas. Perusahaannya memiliki rencana sendiri terkait pembuatan atau pemasaran produk di suatu negara.

    Memang, kata dia, Indonesia adalah pasar penting dan strategis Vespa di Asia mapun ASEAN. Dan Piaggio bisa saja membangun pabrik di sini, namun itu bukan tujuan utama.

    "Tujuan kami adalah membawa dan memasarkan produk. Juga melayani pelanggan agar puas dan senang menggunakan produk yang kami tawarkan. Tapi jika kondisi memungkinkan (membangun pabrik), kenapa tidak? Namun, sekali lagi itu bukan tujuan utama," tegasnya.

    Ia memastikan bahwa Vespa yang dibuat di Vietnam sama bagusnya dengan Vespa yang dibuat di Italia atau India. Kemampuan mekanik ataupun kualitas produknya juga sama, tak ada beda. “Semua sudah sesuai standar dan spesifikasi yang ditetapkan perusahaan,” pungkasnya.*

     

     

     

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini