
Sejumlah kawasan di Eropa masih dihantam oleh gelombang panas hingga pekan ini.
Mengutip Accuweather, gelombang panas disebabkan oleh sistem badai di atas Samudra Atlantik yang menyebabkan tekanan tinggi di Eropa tengah dan timur dan angin dari Afrika.
Jerman, Prancis, Spanyol, dan negara-negara yang biasanya bersuhu sejuk seperti Swiss juga terdampak hawa gerah dari gelombang panas ini.
Lihat juga:Alaska Capai Rekor Suhu Tertinggi Sepanjang Masa |
Dikutip dari CNN Travel, suhu udara di sana mencapai 37,7 derajat Celcius. Biasanya suhu paling panas di sana mencapai 32,2 derajat Celcius.
Bukan cuma Eropa, gelombang panas juga meniupkan suhu gerah ke seluruh dunia. Tercatat bulan Juni 2019 merupakan bulan terpanas di bumi.
Berkaca pada tahun lalu, gelombang panas bahkan sampai mengakibatkan kebakaran hutan di Amerika Serikat.
Bagi turis yang berencana berwisata ke Eropa selama musim panas, diimbau agar tetap menjaga kesehatan tubuh, dengan minum air putih dan mengurangi terlalu lama berada di luar ruang.
Turis juga harus mulai mengenali kondisi tubuh yang terdampak gelombang panas, seperti lemas, sesak napas, dan sakit kepala.
Imbauan tersebut juga berlaku bagi turis anak, wanita hamil, dan manula.