
Uzone.id – Perusahaan milik Mark Zuckerberg, Meta, dilaporkan tengah mempertimbangkan pemangkasan karyawan besar-besaran di lingkungan perusahaan tahun ini. Gak tanggung-tanggung, jumlah karyawan yang kabarnya akan terdampak mencapai 20 persen dari keseluruhan karyawan saat ini.
Berdasarkan data yang dibagikan oleh PhoneArena, Senin, (16/03), Meta saat ini dilaporkan memiliki kurang lebih 79 ribu karyawan per akhir 2025 lalu. Jika ditotalkan, karyawan yang kemungkinan terdampak bisa mencapai 15.800 orang.Angka ini akan memecahkan rekor PHK massal paling besar yang dilakukan Meta sepanjang perusahaan berdiri, setelah tahun 2022 lalu mereka memutuskan memangkas 16 persen karyawannya atau 11 ribu karyawan.
Langkah berani Meta ini kabarnya dilakukan untuk menyeimbangkan pengeluaran yang meningkat, terutama untuk investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI), termasuk akuisisi dan perekrutan talenta di bidang tersebut.
Sebagai informasi, Meta sendiri baru saja mengakuisisi platform medsos khusus untuk Agen AI bernama Moltbook. Platform ini nantinya akan masuk dalam divisi Meta Superintelligence Labs.
Setelah akuisisi selesai, dua pendiri Moltbook yakni Matt Schlicht dan Ben Parr pun akan langsung bergabung dengan di divisi riset AI tersebut yang dipimpin oleh Alexandr Wang.
Menanggapi kabar pemangkasan massal tersebut, juru bicara Meta menyebut laporan itu masih bersifat spekulatif dan belum mencerminkan keputusan resmi perusahaan.
“Ini adalah laporan yang masih bersifat spekulatif mengenai pendekatan yang masih sebatas teori,” ujar juru bicara Meta Platforms dalam sebuah pernyataan, dikutip dari TechCrunch.
Gelombang PHK di perusahaan teknologi masih terus terjadi seiring banyak perusahaan melakukan efisiensi dengan alasan adopsi AI yang semakin luas. Salah satunya adalah Amazon yang juga memangkas ribuan karyawan karena penggunaan AI.