Googlebook Meluncur, Laptop Android Rp16 Jutaan Pesaing MacBook
Google meluncurkan Googlebook, laptop Android dengan OS gabungan Android dan ChromeOS, berfitur AI Gemini, integrasi smartphone, dan spesifikasi tinggi.

Asus Googlebook 14
Highlight Artikel
- Google resmi meluncurkan Googlebook, kategori laptop baru berbasis Android, sebagai alternatif laptop Windows dan MacBook.
- Googlebook OS menggabungkan ekosistem aplikasi Android, browser Chrome, dukungan Linux, dan AI Gemini dalam satu perangkat.
- Laptop ini dilengkapi spesifikasi minimum RAM 16 GB, layar touchscreen, keyboard LED backlight, NPU lebih dari 45 TOPS, serta daya tahan baterai hingga 16 jam.
- Googlebook terintegrasi penuh dengan smartphone Android, memiliki fitur keamanan berlapis, dan mendapatkan pembaruan sistem hingga 10 tahun.
Uzone.id - Google resmi meluncurkan kategori laptop baru yang berbasis Android, namanya Googlebook. Laptop ini menjadi alternatif (sekaligus pesaing) dari laptop Windows dan MacBook yang sudah lama mendominasi pasar laptop.
Google menggandeng lima pabrikan untuk merilis model Googlebook generasi pertama, yakni Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo. Harganya mulai USD899 atau setara Rp16 juta, dan seluruh modelnya sudah bisa dipesan secara pre-order.Berbasis Googlebook OS, laptop ini bakalan familiar buat para pengguna Android. OS ini dibangun menggunakan teknologi Android dengan fondasi dari ChromeOS. OS ini seperti menggabungkan ekosistem aplikasi Android, browser Chrome, dukungan Linux, dan Gemini dalam satu perangkat.
Jadi ibaratnya, Googlebook mengombinasikan dua kekuatan besar milik Google, yakni fleksibilitas aplikasi Android dari Play Store dan kelancaran akses web yang jadi keunggulan ChromeOS.
Google sendiri sudah mengoptimalkan sejumlah aplikasi untuk tampilan perangkat yang lebih besar, seperti Adobe Photoshop, Lightroom, CapCut, Netflix, sampai HBO Max. Sementara aplikasi yang belum dioptimalkan untuk layar besar, masih bisa diunduh di Play Store.
Google juga menetapkan spesifikasi minimum untuk Googlebook. Seluruh modelnya dibekali RAM paling kecil 16 GB, layar yang sudah touchscreen, keyboard dengan LED backlight, serta NPU dengan performa lebih dari 45 TOPS.
Malah, ada model Googlebook yang hadir dengan RAM hingga 32 GB dan layar OLED beresolusi 2,8K. Daya tahan baterainya pun diklaim mencapai 14 jam untuk memutar video atau 16 jam untuk browsing internet.
Lima model Googlebook
Seperti dilansir dari Android Authority, Acer Googlebook 14 menjadi varian dengan harga paling murah, mulai dari USD899 atau Rp16 juta. Ini juga menjadi satu-satunya laptop Googlebook bergaya konvertibel dengan layar OLED 14 inci beresolusi 2,8K.
Untuk dapur pacunya, laptop ini ditenagai prosesor Intel Core Ultra 5 atau Intel Core Ultra 7, kemudian disandingkan dengan RAM 16 GB.
Kemudian ada Asus Googlebook 14 yang hadir sebagai model paling ringan dengan bobot sekitar 1 kg. Laptop ini dijual mulai dari USD1.299 atau Rp23 jutaan.
Asus Googlebook 14 mengusung layar OLED 14 inci dengan resolusi 2,8K. Dapur pacunya menggunakan Intel Core Ultra 5 dan Intel Core Ultra 7, lengkap dengan RAM sampai 32 GB.
Lalu Lenovo Googlebook 15 yang jadi model dengan layar OLED paling luas, yakni 15,3 inci beresolusi 2,8K. Laptop ini ditenagai Intel Core Ultra 5, RAM 16 GB, dan dijual mulai dari Rp23 jutaan.
Dua laptop lainnya ditenagai prosesor Snapdragon X Elite besutan Qualcomm, yakni Dell XPS Googlebook dan HP Googlebook 14.
Dell XPS Googlebook bawa layar 13,4 inci beresolusi 2,5K, serta tersedia dengan RAM 16 GB hingga 32 GB. Untuk harga, Dell XPS Googlebook dibanderol mulai USD 1.199 atau Rp21,4 jutaan.
Sementara HP Googlebook 14, sudah gunakan layar OLED 14 inci beresolusi 2,8K, RAM hingga 32 GB, dan harganya pun dimulai dari Rp23 jutaan.
Khusus dua laptop ini, Qualcomm memastikan aplikasi dan game Android bisa dijalankan secara native. Ada pula dukungan Snapdragon Elite Gaming untuk memberikan frame rate lebih tinggi dan kualitas grafis yang lebih baik saat menjalankan game Android.
“Snapdragon X Elite menghadirkan performa dan efisiensi daya luar biasa, yang kini dilengkapi dukungan untuk menjalankan aplikasi dan game Android native bagi pengguna Googlebook,” kata Kedar Kondap, Senior Vice President and General Manager Compute and Gaming Qualcomm Technologies, dalam keterangan pers yang kami terima.
Gemini jadi andalan
Ada sejumlah fitur di Googlebook, salah satunya Magic Pointer yang ditenagai AI dari Gemini. Untuk menggunakannya, pengguna cuma perlu menggoyangkan kursor secara cepat. Setelah itu, Gemini akan muncul dan membaca teks, gambar, maupun konteks yang sedang ditampilkan di layar.
Fitur AI lainnya adalah Rambler yang dapat mengubah ucapan menjadi catatan terstruktur, lengkap dengan judul, poin penting, dan daftar pekerjaan. Rambler bahkan bisa memahami beberapa bahasa yang digunakan dalam satu percakapan.
Kemudian ada Create My Widget. Sesuai namanya, fitur ini memungkinkan pengguna membuat widget hanya dengan menjelaskan desain dan fungsi yang diinginkan menggunakan bahasa natural, tanpa harus menulis kode.
Googlebook juga dirancang agar terintegrasi dengan smartphone Android. Saat pertama kali digunakan, pengaturan, kata sandi yang tersimpan, jaringan WiFi, dan pesan dari smartphone bisa dipindahkan langsung ke laptop dengan perlindungan enkripsi end-to-end.
Ada pula Continue On untuk melanjutkan aktivitas dari smartphone ke Googlebook. Sementara Cast My Apps memungkinkan pengguna menampilkan sekaligus mengoperasikan aplikasi di smartphone pada sebuah jendela di laptop.
Aplikasi Files di Googlebook juga dapat digunakan untuk mengakses foto dan berkas yang tersimpan di smartphone. Aktivitas di browser Chrome pun bisa dilanjutkan dari smartphone ke laptop.
Ciri khas lainnya adalah Glowbar, strip lampu di bagian luar laptop yang menyala ketika perangkat dihidupkan. Lampu tersebut bisa menunjukkan kapasitas baterai dan menampilkan animasi saat pengguna berinteraksi dengan Gemini.
Google bahkan membuka Glowbar untuk para pengembang. Dengan begitu, pengembang bisa membuat animasi interaktif sendiri untuk ditampilkan melalui strip lampu tersebut.
Dari sisi keamanan, Googlebook mengadopsi arsitektur dari ChromeOS dengan Titan hardware root of trust, perlindungan berlapis, dan sistem pendeteksi malware secara on-device. Google bahkan menjanjikan pembaruan sistem dan feature drop hingga 10 tahun untuk seluruh model Googlebook.
Lima Googlebook generasi pertama mulai dijual di Amerika Serikat (AS) pada 4 Oktober 2026. Penjualannya menyusul di Kanada, Inggris, Irlandia, Prancis, Jerman, dan Australia sehari setelahnya.
Setiap pembelian Googlebook disertai langganan Google AI Pro selama 12 bulan, penyimpanan cloud 5 TB, serta akses ke Gemini Advanced. Pembeli juga mendapatkan langganan YouTube Premium dan Adobe Photoshop selama tiga bulan.
Sayangnya, belum diketahui apakah Googlebook nantinya bakal dipasarkan secara resmi di Indonesia atau tidak.
FAQ Artikel
Apa itu Googlebook?
Googlebook adalah kategori laptop baru dari Google yang berbasis Android, dirancang sebagai alternatif laptop Windows dan MacBook yang sudah lama mendominasi pasar.
Siapa saja pabrikan yang menggandeng Google untuk merilis Googlebook?
Google bekerja sama dengan lima pabrikan untuk merilis model Googlebook generasi pertama, yaitu Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo.
Berapa harga awal Googlebook dan kapan mulai dijual?
Harga Googlebook mulai dari USD899 atau setara Rp16 juta. Model generasi pertama mulai dijual di Amerika Serikat pada 4 Oktober 2026.
Apa saja fitur unggulan berbasis AI Gemini di Googlebook?
Googlebook memiliki fitur AI Gemini seperti Magic Pointer untuk membaca teks/gambar, Rambler untuk mengubah ucapan menjadi catatan terstruktur, dan Create My Widget untuk membuat widget dengan bahasa natural.
Apakah Googlebook akan tersedia di Indonesia?
Artikel ini tidak menyebutkan informasi mengenai ketersediaan Googlebook secara resmi di Indonesia.
Muhammad Faisal Hadi Putra
Jurnalis


