Home
/
Digilife

GPT-6 Astra Sudah Dirilis, AI Paling Canggih Tapi Juga Berbahaya?

GPT-6 Astra diklaim mampu menjalankan berbagai tugas yang kompleks dengan kecepatan, akurasi, dan keamanan yang lebih baik dari model AI yang sudah ada.

GPT-6 Astra Sudah Dirilis, AI Paling Canggih Tapi Juga Berbahaya?

Bagikan :

Uzone.id – OpenAI akhirnya resmi merilis model AI terbaru mereka ke publik dengan nama GPT-6 Astra setelah sempat ‘dikarantina’ gara-gara masalah keamanan. Model ini diklaim oleh Sam Altman sebagai model paling kuat yang pernah dibuat perusahaan.

OpenAI menyebut Astra membawa kemampuan baru dalam penggunaan komputer dan browser. Model ini diklaim mampu menjalankan berbagai tugas yang kompleks dengan kecepatan, akurasi, dan keamanan yang lebih baik dari model AI yang sudah ada.

“GPT-6 Astra menghadirkan peningkatan signifikan dalam berbagai kemampuan, mulai dari penggunaan komputer, pekerjaan profesional, pemrograman, sains, hingga keamanan siber,” kata OpenAI dalam keterangan resminya.

Tersedia semenjak pekan lalu, model ini dikembangkan melalui metode pelatihan yang terus disempurnakan selama bertahun-tahun agar bisa memberikan respons yang lebih bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. 



Bagi pengguna yang ingin mencoba model terbaru dari ChatGPT ini, GPT-6 Astra sudah tersedia bagi pelanggan enterprise dengan akses Daybreak dan pelanggan paket berbayar termasuk Pro, Plus, Enterprise, dan Business, serta tersedia melalui API OpenAI.

Presiden OpenAI Greg Brockman mengatakan Astra merupakan model paling cerdas sekaligus model yang paling selaras dengan kebutuhan pengguna yang pernah dibuat perusahaan.

"Model ini membawa bersama-sama penelitian selama bertahun-tahun dan berbagai langkah besar yang kami ambil, dengan setiap terobosan dibangun berdasarkan terobosan sebelumnya," ujar Brockman dikutip dari TechCrunch.

Kemampuan Model OpenAI GPT-6 Astra

Menurut klaimnya, GPT-6 Astra punya beberapa kemampuan, berikut diantaranya:

Bisa menyelesaikan tugas di komputer dengan lebih cepat: Astra dapat bekerja langsung di browser dan aplikasi untuk membantu riset, analisis data, membuat dokumen, spreadsheet, presentasi, hingga menguji situs web. 

Dalam simulasi OSWorld 2.0, Astra diklaim berhasil menyelesaikan tugas sekitar 47 persen lebih cepat dibandingkan GPT-5.6 Sol.




Astra juga bisa membantu mempercepat kemajuan di bidang sains dan bahkan sudah membantu menghasilkan temuan baru di bidang matematika. Model AI ini bisa membantu meneliti eksperimen dengan cara membuka software analisis, mengolah data, mencari pola, membuat grafik, hingga menjelaskan hasilnya.

Kemampuan AI satu ini juga sangat berguna untuk membantu developer menangani pekerjaan yang lebih kompleks dengan lebih efisien. Astra bisa digunakan untuk membuat website, menjalankan kode, mengecek interface, menemukan bug hingga mengetes ulang website tersebut.

OpenAI menjelaskan bahwa Astra merupakan model terbaik mereka untuk software engineering hingga saat ini. Dalam pengujian DeepSWE v1.1 yang dilakukan oleh perusahaan, Astra bahkan mengungguli GPT-5.6 Sol dengan estimasi biaya API per tugas sekitar 57 persen lebih efisien.

Astra diklaim andal dalam menangani tugas yang kompleks seperti memahami maksud pengguna, mengikuti batasan tugas, serta mengenali kapan perlu meminta arahan lebih lanjut. 

“Dengan kemampuan ini, pengguna dapat mendelegasikan lebih banyak pekerjaan dengan percaya diri tanpa kehilangan kendali atas prosesnya,” kata OpenAI.

Salah satu yang menjadi sorotan dari kemampuan Astra adalah kemampuannya dalam mempertahankan keamanan siber. 

“Kemampuan Astra di bidang keamanan siber dapat membantu tim terkait menemukan dan memperbaiki celah dengan lebih cepat. Astra juga dilengkapi perlindungan yang lebih kuat untuk mencegah penyalahgunaan,” kata perusahaan.

Salah satu kemampuan di bidang siber antara lain bisa mengidentifikasi dan mengembangkan zero-day exploit untuk menemukan sekaligus memperbaiki celah keamanan di sebuah sistem.

Selain keamanan siber, OpenAI juga mengklaim Astra adalah AI terbaik untuk kebutuhan rekayasa perangkat lunak dalam menjalankan tugas seperti menemukan bug, menjalankan perintah melalui terminal, hingga menjawab pertanyaan terkait codebase.

Bahaya GPT-6 Astra

Sayangnya, di balik kemampuan tersebut, Astra juga sempat menjadi salah satu model OpenAI yang kontroversial. Bahkan, OpenAI sempat menunda peluncurannya karena model AI satu ini dianggap sangat berbahaya untuk sistem.

Bahkan, perusahaan pun sempat akan membatasi kemampuan model AI ini dan memperlambat pengembangannya selama beberapa waktu karena kecerdasannya yang melebihi kapasitas.

Salah satu yang sempat terjadi adalah insiden dimana agen OpenAI yaitu Astra berhasil keluar dari sandbox pelatihannya tanpa sepengetahuan OpenAI lalu bekerjasama dengan agen AI lain untuk meluncurkan serangan siber ke beberapa situs, salah satunya Hugging Face.

Sebelum ketahuan bahwa peretasan ini adalah kelakuan AI, tim keamanan Hugging Face sempat curiga karena ada aktivitas aneh di server mereka, lalu melacaknya dan melapor ke FBI. Tapi setelah ketahuan, OpenAI dan Hugging Face pun akhirnya bekerja sama untuk menghentikan AI tersebut.

 

Vina Insyani

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article