
Uzone.id — Grab Indonesia turut menyampaikan tanggapannya terkait fenomena krisis ojek online yang terjadi wilayah Jakarta sepanjang pekan ke-3 Ramadan menjelang libur lebaran.
Menurut pihak Grab, beberapa faktor penyebab sulitnya pengguna mendapatkan driver ojek online adalah karena pola kerja yang berubah, permintaan yang meningkat hingga 35 persen dibandingkan dengan periode-periode normal dan cuaca ekstrem.Tyas Widyastuti, Director of Mobility, Food, & Logistics Grab Indonesia mengatakan bahwa meski jumlah mitra pengemudi online saat ini secara umum tetap stabil, rata-rata jam kerja mitra selama bulan Ramadan menjadi lebih pendek.
“Antara lain karena sebagian mitra memilih beristirahat untuk berbuka puasa dan menghindari kepadatan lalu lintas pada sore hari,” kata Tyas kepada Uzone.id, Jumat, (13/03).
Selain itu, kenaikan ini juga disebabkan oleh perubahan pola mobilitas selama Ramadan, dimana puncak permintaan untuk semua layanan terjadi di waktu yang hampir bersamaan.
“Terutama pada jam pulang kantor untuk GrabBike, waktu persiapan berbuka puasa untuk GrabFood, serta lonjakan permintaan pengiriman melalui GrabExpress,” tambahnya.
Selain driver ojek online yang mengalami krisis, Grab juga mencatat kenaikan yang signifikan pada permintaan layanan GrabExpress hingga 300 persen. Demand ini didorong oleh promo Ramadan di platform e-commerce dan maraknya pengiriman hampers.
Sementara itu menjelang waktu berbuka puasa, permintaan GrabBike dan GrabFood masing-masing meningkat hingga 25 persen.
Kondisi cuaca ekstrem juga turut menjadi faktor di balik krisisnya driver ojek online, pasalnya curah hujan tinggi sering menyebabkan banjir di sejumlah ruas. Ini menyebabkan kelancaran perjalanan dan waktu penyelesaian order di beberapa area.
Dalam kondisi-kondisi ini, Grab menjelaskan bahwa di periode seperti menjelang Lebaran ini tetap mendorong peningkatan pendapatan mitra hingga 40 persen pada periode puncak Ramadan.
Untuk menghadapi krisis driver ojek online, Grab meminta pengguna untuk merencanakan perjalanan atau pemesanan lebih awal dari biasanya.
“Kami menghimbau pengguna untuk merencanakan perjalanan atau pemesanan lebih awal, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi. Untuk GrabBike, pengguna disarankan melakukan pemesanan lebih awal. Sementara itu, untuk GrabFood dan GrabExpress tersedia fitur Pesanan Terjadwal, serta Ambil Sendiri di GrabFood, yang memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna dalam mengakses layanan Grab,” saran Tyas.
Grab sendiri menyatakan akan terus melakukan pemantauan dinamika kebutuhan pengguna dan pola aktivitas mitra selama periode Ramadan dan Idulfitri.