
-
Dita, pegawai swasta di Batam puas karena mendapat subsidi potongan ongkos kirim (ongkir) barang dari salah satu e-commerce. Meski dapat potongan ongkir, barang yang ia kirim tetap sama akan tiba 3-4 hari setelah pengiriman.
“Saya belanja senilai Rp100.000 dari sebuah online shop di Yogyakarta untuk dikirim ke Batam. Ongkos kirim ke Batam senilai Rp37.000 dan saya dapat subsidi ongkir dari Shopee Rp20.000. Jadi saya hanya dikenai biaya ongkir Rp17.000,” cerita Dita kepada Tirto.
Pengalaman Dita semacam ini bakal pula dirasakan oleh penggila belanja online terutama pada Ramadan.
Berbagai e-commerce berlomba-lomba memberikan subsidi ongkir hingga menggratiskan ongkir barang. Selain Shopee, ada Tokopedia yang memberikan ongkos kirim gratis untuk ongkir Rp10.000 bila menggunakan jasa logistik mitra mereka J&T Express.
Berbagai fasilitas subsidi dan gratis ongkos kirim memang bisa dinikmati pelanggan, tapi ada aturan main yaitu syarat dan ketentuan yang berlaku. Syarat dan ketentuannya, apalagi kalau bukan jumlah minimum nominal belanja yang dilakukan. Strategi semacam ini memang lazim untuk jurus penjualan.
Di Tokopedia misalnya, gratis ongkir Rp10.000 hanya berlaku khusus untuk jasa pengiriman menggunakan J&T Express bisa dinikmati konsumen dengan minimum transaksi Rp50.000. Satu pelanggan bisa menggunakan promo sebanyak 3 kali setiap hari.
Ralali.com memberikan gratis ongkos kirim hingga Rp300.000, memberikan ketentuan minimum belanja Rp200.000. Kode promo “OKR300” pun, bisa digunakan sampai dengan 5 kali transaksi per akun pengguna selama masa promo yang berlangsung sampai dengan 5 Juni 2018.
Subsidi ongkir oleh Shopee diberikan kepada pelanggan dengan minimum pembelian masing-masing mulai dari Rp70.000, Rp90.000 dan Rp150.000. Sedangkan Elevenia dan Lazada mematok minimum pembelian Rp90.000 untuk bisa menikmati gratis ongkir.
Untuk fasilitas gratis ongkos kirim yang disediakan di Bukalapak, konsumen diberikan ketentuan minimal transaksi masing-masing mulai dari Rp50.000, Rp80.000, dan Rp100.000 dengan penggunaan promo sebanyak satu kali sampai dengan empat kali.
Strategi ongkir gratis meski mengandung unsur syarat dan ketentuan, tapi tetap saja mengundang animo masyarakat untuk berbelanja secara online. Corporate Communications Manager Bukalapak Evi Andarini mengatakan adanya promo-promo menarik menambah besar antusiasme konsumen berbelanja secara daring.
Fasilitas gratis ongkir yang dilakukan Bukalapak, melibatkan seluruh perusahaan jasa pengiriman yang telah bermitra dengan Bukalapak seperti JNE, TIKI, J&T, Wahana Pos, Grab, dan sebagainya. Program promo berupa gratis ongkos kirim ini dibuat dengan hitungan khusus yang menguntungkan bagi pembeli, mitra pedagang, mitra jasa pengiriman, dan Bukalapak.
Evi enggan merinci pembagian beban ongkos kirim bagi masing-masing pihak. “Untuk promo gratis ongkos kirim yang bekerjasama dengan partner logistik, maka mitra pedagang atau pelapak tidak dibebankan biaya apapun. Tapi untuk detil pembagian beban, tidak bisa saya share di sini. Mohon maaf sekali,” ucap Evi kepada Tirto.
Program promo ongkir tentu juga berimbas pada layanan perusahaan logistik apalagi pada masa Ramadan. Vice President of Marketing JNE Eri Palgunadi mengatakan Ramadan merupakan masa puncak aktivitas pengiriman barang, ada peningkatan 30-40 persen dibandingkan di luar Ramadan.
“Setiap promo yang kami laksanakan bertujuan untuk memberikan pengalaman terbagi bagi pelanggan kami,” kata Eri kepada Tirto.
Peningkatan aktivitas pengiriman perusahaan logistik sejalan dengan aktivitas belanja selama Ramadan. Tokopedia misalnya, sepanjang Mei 2018 dipadati oleh 65 juta pengunjung. Jumlah transaksi selama satu hari di bulan Ramadan pun setara dengan nominal selama 5 tahun bulan reguler.
"Tokopedia setidaknya sudah dikunjungi 300 juta kali kunjungan sepanjang Mei 2018. Jumlah itu setara dengan 11 kali populasi penduduk Singapura," tulis William Tanuwijaya, CEO sekaligus Co-Founder Tokopedia dalam pernyataan tertulis yang diterima Tirto.
Di Indonesia, praktik gratis ongkos kirim merupakan promo musiman. Setidaknya ini digambarkan oleh JNE yang rutin memberikan gratis ongkir di antaranya saat peringatan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) dan juga Hari Bebas Ongkos Kirim (Harbokir) dalam rangka memperingati ulang tahun JNE yang jatuh setiap November.
Sedangkan untuk momentum puncak lainnya seperti hari raya keagamaan dan peringatan tahun baru masehi maupun tahun baru Cina, promo yang diberikan JNE beragam, tidak terbatas pada gratis ongkir.
“Dengan memberikan promo gratis ongkir ini, secara garis besar JNE tidak mengalami penurunan margin keuntungan. Justru terus bertumbuh rata-rata 30-40 persen. Selain itu, promo selama Ramadan ini memungkinkan untuk meningkatkan pembeli potensial yang baru,” kata Vice President of Marketing JNE Eri Palgunadi.
Gratis ongkir atau apapun namanya tak terpisahkan dari strategi e-commerce merangsang belanja online di masa puncak aktivitas belanja seperti Ramadan dan jelang Lebaran. Bagi perusahaan logistik tentu jadi cara menarik perhatian konsumen dalam menggarap pelanggan potensial.
Baca juga artikel terkait BELANJA atau tulisan menarik lainnya Dea Chadiza Syafina