Home
/
ESG

Hacker, Hipster, Hustler: Cara Telkomsel Cari Talenta Digital di IndonesiaNEXT

IndonesiaNEXT 2026 Telkomsel memetakan talenta digital untuk kembangkan produk startup, di mana Tim Scenaria menjadi Best Team dari 24 finalis.

Hacker, Hipster, Hustler: Cara Telkomsel Cari Talenta Digital di IndonesiaNEXT

Foto: Uzone.id

Bagikan :

Highlight Artikel

  • IndonesiaNEXT memasuki dekade ke-10, memetakan talenta digital menjadi Hacker, Hipster, dan Hustler.
  • Program ini telah berevolusi dari sertifikasi menjadi ajang pengembangan kreativitas produk dan pola pikir startup.
  • 24 finalis dari 8.916 mahasiswa dibagi menjadi 8 tim multidisiplin untuk mengembangkan solusi digital.
  • Tim Scenaria dinobatkan sebagai Best Team berkat solusi AI yang relevan dan berpotensi diterapkan.

Uzone.id – Talenta digital tidak selalu berarti orang yang paling jago coding. Ada yang kuat di teknologi, ada yang lebih peka melihat pengalaman pengguna, dan ada pula yang punya kemampuan mengubah sebuah ide menjadi produk yang bisa berjalan.

Telkomsel mencoba memetakan tiga karakter tersebut melalui program IndonesiaNEXT yang tahun ini memasuki satu dekade penyelenggaraan.

Memetakan Talenta Digital: Hacker, Hipster, Hustler

Dalam IndonesiaNEXT 2026, 24 finalis dibagi ke dalam tiga peran: Hacker, Hipster, dan Hustler.

Hacker merupakan peserta yang berfokus pada pengembangan teknologi. Hipster berperan di sisi user experience dan desain, sementara Hustler bertugas melihat sisi produk dan keberlanjutan bisnis.





Ketiganya kemudian dipertemukan dalam satu tim.

“Jadi kita profiling mereka, kita ases. Ini orang lebih cocoknya sebagai Hacker, Hipster atau Hustler,” terang General Manager Corporate Social Responsibility Telkomsel Andry Priyono Santoso saat dijumpai awak media di sela acara puncak IndonesiaNEXT di Jakarta Selatan, Jumat (4/9).

Konsep tersebut menjadi bagian dari perubahan IndonesiaNEXT dalam beberapa tahun terakhir.

Program yang pada awalnya lebih banyak memberikan sertifikasi kepada mahasiswa kini berkembang ke arah kreativitas, pengembangan produk, dan cara berpikir startup.

Perjalanan Finalis dan Pembentukan Tim

Pada IndonesiaNEXT 2026, proses panjang tersebut dimulai dari 8.916 mahasiswa. Setelah melalui sejumlah tahapan seleksi, jumlah peserta akhirnya mengerucut menjadi 24 finalis.

Ke-24 finalis tersebut kemudian dibagi menjadi delapan tim yang masing-masing terdiri dari tiga orang. Menariknya, pembagian tim tidak sekadar berdasarkan pertemanan atau asal kampus.


Foto: Uzone.id

Dari cerita Andry, Telkomsel sengaja mempertemukan mahasiswa dari universitas yang berbeda agar mereka keluar dari zona nyaman sekaligus membangun jaringan baru.

Para finalis datang dari berbagai daerah dan perguruan tinggi. Ada mahasiswa dari Universitas Hasanuddin dan Universitas Negeri Makassar di Sulawesi Selatan, Universitas Tadulako di Palu, hingga kampus dari Banjarmasin, Palembang, Medan, dan berbagai daerah lainnya.

Bahkan, sejumlah kampus tersebut tidak pernah menjadi lokasi roadshow IndonesiaNEXT.

Menurut Andry, kondisi itu menunjukkan bahwa jangkauan program tidak hanya bergantung pada kegiatan offline.

Mahasiswa dari berbagai daerah tetap bisa mengetahui IndonesiaNEXT dan mengikuti proses seleksi melalui kanal digital, termasuk media sosial.

Setelah terbentuk menjadi delapan tim, para peserta kemudian ditantang mengembangkan dan mempresentasikan solusi digital. Di sinilah peran Hacker, Hipster, dan Hustler diuji.





“Tiga tahun belakangan ini kita mengubah konsepnya. Sertifikasi tetap ada dan tetap kami sesuaikan dengan kebutuhan dari dunia kerja. Kami juga berupaya memenuhi kebutuhan untuk skill yang berkaitan dengan digitalisasi yang dibutuhkan pasar dan dunia kerja juga. Jadi, di sini kami turut mendorong para mahasiswa membuat kreativitas berupa solusi atau aplikasi,” sambung Andry.

Ia menyambung, “role-role para mahasiswa ini kami ubah. Kami giring semua – kalau di startup itu ada tiga role jadi kita mengikuti itu. Ada Hacker, Hipster, dan Hustler.”

Mengenal Lebih Dekat Peran Hacker, Hipster, dan Hustler

Bagi yang belum tahu, “Hacker” adalah peran yang bertanggung jawab menerjemahkan ide menjadi sesuatu yang bisa dibangun secara teknologi. Mereka bisa berurusan dengan coding, sistem, data, maupun pengembangan fitur agar sebuah solusi benar-benar dapat berjalan.

Sementara “Hipster” berfokus pada sisi pengguna. Perannya bukan hanya membuat tampilan aplikasi terlihat bagus, tetapi juga memahami bagaimana orang akan menggunakan produk tersebut. Biasanya peran ini juga memikirkan user experience (UX), desain, hingga bagaimana sebuah solusi terasa mudah dan relevan bagi penggunanya.

Kemudian “Hustler” adalah peran yang melihat produk dari sisi bisnis dan keberlanjutan. Mereka perlu memikirkan siapa yang membutuhkan solusi tersebut, bagaimana produk bisa dikembangkan, serta bagaimana ide yang dibuat tim dapat memiliki model bisnis dan terus berjalan.





Sederhananya, Hacker membuat teknologinya, Hipster memastikan teknologinya nyaman dan relevan digunakan, sementara Hustler memikirkan bagaimana produk tersebut bisa berkembang dan bertahan.

Jadi, satu ide tidak berhenti sebagai prototype karena masing-masing anggota memiliki sudut pandang berbeda.

Pemenang IndonesiaNEXT 2026

Dari delapan tim tersebut, kemudian dipilih sembilan finalis untuk melaju ke tahap final, masing-masing terdiri dari tiga Hacker, tiga Hipster, dan tiga Hustler.

Mereka kembali diuji bukan hanya berdasarkan kemampuan teknis, tetapi juga kontribusi, kepemimpinan, dampak yang pernah dihasilkan, serta visi mereka terhadap masa depan teknologi Indonesia.

IndonesiNEXT 2026 pun telah melahirkan deretan pemenang.

Tim Scenaria dinobatkan sebagai Best Team. Tim ini terdiri dari Atha Azzahra Khairun Nisa (Universitas Brawijaya) sebagai Hipster, Wahyu Oktiansyah (Telkom University) sebagai Hustler, dan Putera Nami Shiddieqy (Universitas Sumatera Utara) sebagai Hacker.

Berdasarkan penilaian juri, Scenaria dinilai sebagai solusi paling unggul dalam menjawab kebutuhan industri melalui pemanfaatan AI yang relevan dan berpotensi diterapkan secara nyata.

Sementara di bawah ini daftar pemenang Hacker, Hipster, Hustler terbaik:

Best Hacker:

  • Putera Nami Shiddieqy, Universitas Sumatera Utara (USU)
  • Muanai Khalifah Revindo Purba, Universitas Sriwijaya
  • Reno Syaelendra, Universitas Trunojoyo

Best Hipster:

  • Atha Azzahra Khairun Nisa, Universitas Brawijaya
  • Radja Daffa Ramadhan, Universitas Dian Nuswantoro
  • Nanta Dwi Kurniawan, Universitas Muhammadiyah Riau

Best Hustler:

  • Andi Alya Inar Putri, Universitas Hasanuddin
  • Vania Winanda Aurellia, Universitas Brawijaya
  • Wahyu Oktiansyah, Telkom University


FAQ Artikel

Apa itu IndonesiaNEXT 2026?

IndonesiaNEXT 2026 adalah program yang diselenggarakan oleh Telkomsel untuk memetakan dan mengembangkan talenta digital di Indonesia, tahun ini memasuki dekade penyelenggaraan. Program ini berfokus pada pengembangan kreativitas produk dan pola pikir startup.

Apa saja tiga peran talenta digital yang dipetakan dalam IndonesiaNEXT 2026?

Tiga peran tersebut adalah Hacker (fokus pada pengembangan teknologi dan coding), Hipster (berperan di sisi user experience dan desain), dan Hustler (bertugas melihat sisi produk dan keberlanjutan bisnis).

Bagaimana konsep IndonesiaNEXT berubah dalam beberapa tahun terakhir?

Program ini awalnya lebih banyak memberikan sertifikasi kepada mahasiswa. Namun, kini berkembang ke arah pengembangan kreativitas, produk, dan cara berpikir startup, dengan penekanan pada kolaborasi lintas peran talenta digital.

Siapa pemenang Best Team di IndonesiaNEXT 2026?

Tim Scenaria dinobatkan sebagai Best Team. Tim ini terdiri dari Atha Azzahra Khairun Nisa (Hipster), Wahyu Oktiansyah (Hustler), dan Putera Nami Shiddieqy (Hacker). Solusi mereka dinilai paling unggul dalam menjawab kebutuhan industri melalui pemanfaatan AI.

Hani Nur Fajrina

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article