Home
/
Gadget

Hands-on ROG Xreal R1 Edition 20, Rasanya Main Forza di Layar 171 Inci

Pengalaman menjajal kacamata AR ROG Xreal R1 Edition 20 pada ROG Xbox Ally X20 yang menawarkan layar virtual 171 inci dengan fitur 3DoF.

Hands-on ROG Xreal R1 Edition 20, Rasanya Main Forza di Layar 171 Inci

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Kacamata AR ROG Xreal R1 Edition 20 mampu menghadirkan layar virtual hingga 171 inci.
  • Praktis digunakan tanpa baterai dan pairing, cukup terhubung via kabel USB Type-C.
  • Mendukung refresh rate hingga 240Hz, teknologi 3DoF, serta sistem audio dari Bose.
  • Hadir di Indonesia dalam paket ROG Xbox Ally X20 Bundle seharga Rp46.999.000.

Uzone.id - Jujur, ini jadi cara yang paling seru buat main game AAA di Asus ROG Xbox Ally X20, yakni menggunakan kacamata AR ROG Xreal R1 Edition 20. Bayangin, layar 7,4 inci pada konsol ini, seolah ‘berubah’ menjadi layar virtual berukuran sampai 171 inci di depan mata.

Saat main game Forza Horizon 5, sensasinya kayak lagi nyetir mobil balap sungguhan, apalagi kalau mengaktifkan tampilan ala kamera kokpit.

Tampilan game terasa jauh lebih luas, seperti sedang bermain di depan layar berukuran besar yang belum terbayangkan sebelumnya, padahal sebenarnya kami cuma mengenakan sebuah kacamata.


Cara menggunakannya juga gampang. ROG Xreal R1 Edition 20 cukup dihubungkan ke ROG Xbox Ally X20 menggunakan satu kabel USB Type-C. Setelah tersambung, tampilan game langsung muncul di depan mata tanpa proses pairing maupun aplikasi tambahan.

Kacamata ini juga tidak memiliki baterai. Seluruh dayanya diambil langsung dari konsol atau perangkat yang terhubung, sehingga tidak perlu dicas secara terpisah.

Desain dan Spesifikasi ROG Xreal R1 Edition 20


Secara tampilan, ROG Xreal R1 Edition 20 terlihat seperti kacamata hitam dengan bingkai yang cukup tebal. Bodinya didominasi warna hitam yang dipadukan dengan aksen emas khas edisi perayaan 20 tahun Republic of Gamers (ROG). 


Pada tangkai kanan terdapat logo 20th Anniversary dan ROG berwarna emas. Sementara sisi lainnya dihiasi pola garis dan tulisan Republic of Gamers. Logo ROG dan Xreal juga ditempatkan di bagian dalam tangkainya.


Desainnya memang tidak seringkas kacamata hitam biasa. Bagian depan dan tangkainya dibuat lebih tebal karena menjadi tempat panel, sistem audio, sensor, serta berbagai komponen lainnya.

Bobotnya cuma 91 gram. Saat pertama digunakan, beratnya masih terasa wajar untuk sesi bermain singkat. Asus juga menyediakan nose pads dalam dua ukuran, sementara sudut tangkainya dapat diatur dalam tiga tingkatan agar posisinya lebih pas dengan wajah pengguna.


ROG Xreal R1 Edition 20 turut tersedia dalam dua ukuran interpupillary distance (IPD) atau jarak antara pusat pupil mata kanan dan pusat pupil mata kiri. Ukuran sempit mendukung IPD 57 sampai 66 mm, sedangkan ukuran lebar mencakup IPD 66 sampai 75 mm.


Menariknya, Asus menyediakan bingkai tambahan untuk memasang lensa resep. Namun, ketika mencoba kacamata ini, kebetulan kami memiliki mata minus sekaligus silinder, tampilan dari kacamata ini masih nyaman dilihat walau harus melepas kacamata terlebih dahulu.

Layar besar yang mengikuti gerakan kepala


ROG Xreal R1 Edition 20 menggunakan sepasang panel Sony Micro-OLED berukuran 0,55 inci. Masing-masing panel memiliki resolusi 1.920 × 1.080 piksel dengan bidang pandang mencapai 57 derajat.

Kacamata ini dapat menampilkan layar virtual berukuran hingga 171 inci apabila dilihat dari jarak sekitar empat meter. 

Jangan membayangkannya seperti perangkat VR yang menutup seluruh pandangan. Masih bisa banget melihat kondisi sekitar lewat lensanya, menengok ke bawah dan atas, atau kiri dan kanan juga masih bisa kok.

Asus menyematkan teknologi electrochromic dimming dengan tiga tingkat kegelapan. Saat lensanya dibuat lebih gelap, tampilan game terlihat lebih jelas karena pandangan ke kondisi sekitar ikut berkurang.


Saat main Forza Horizon 5, perbedaan ukuran layarnya terasa jauh dibanding menatap langsung layar 7,4 inci pada ROG Xbox Ally X20. Mobil, trek, serta lingkungan di dalam game terlihat dalam ukuran yang jauh lebih besar.

Yang bikin pengalaman bermain lebih seru, layar virtual tersebut bisa mengikuti pergerakan kepala. Ketika kami menoleh ke kanan atau kiri, posisi layar ikut bergerak dan tetap berada di depan mata.

Hal ini lantaran ada teknologi yang disebut 3DoF yang sudah diproses langsung oleh chip di dalam kacamata. Ada dua mode tampilan yang bisa dipilih, yakni Follow Mode dan Anchor Mode.


Pada Follow Mode, layar akan terus mengikuti pergerakan kepala. Mode ini lebih fleksibel ketika bermain sambil duduk santai atau bersandar, karena tidak harus selalu mempertahankan arah pandangan ke satu titik.

Sedangkan Anchor Mode membuat layar virtual tetap berada pada posisi yang sudah ditentukan. Ketika kepala menoleh, layar tidak ikut bergerak. Jadi sensasinya lebih mirip melihat monitor yang ditempatkan di depan meja.

Buat kami, Follow Mode terasa lebih seru selama bermain. Tidak peduli ke mana kepala bergerak, layar besar tersebut terus berada di depan pandangan. Sementara Anchor Mode terasa lebih natural apabila ingin mendapatkan pengalaman seperti bermain di depan monitor.

Layar ROG Xbox Ally X20 juga tetap menyala ketika kacamata digunakan. Pengaturan seperti ukuran layar, rasio, tingkat kecerahan, kegelapan lensa, mode tampilan, sampai Frame Rate Boost masih bisa diakses melalui konsol. Awal-awal memang kagok, kami pun masih cukup sering mengintip ke bawah (ke arah konsol) untuk menyesuaikan beberapa pengaturan. 


Panel Micro-OLED pada kacamata ini mendukung refresh rate 120Hz. Pengguna dapat mengaktifkan Frame Rate Boost untuk meningkatkannya sampai 240Hz melalui proses image scaling.

Asus turut memberikan response time 0,01 ms, tingkat kecerahan maksimal 700 nits, serta cakupan warna 106 persen sRGB. Mode 240Hz sendiri ditujukan buat game dengan pergerakan cepat, seperti game balapan maupun kompetitif.

Keluaran suaranya juga terasa imersif. Asus menggandeng Bose untuk mengatur sistem audio pada ROG Xreal R1 Edition 20, sementara posisi speakernya berada pada bagian tangkai dan diarahkan ke telinga.

Saat bermain, suara kendaraan dan lingkungan di Forza Horizon 5 terdengar cukup jelas tanpa perlu memakai headphone. Suaranya terasa dekat dengan telinga, tetapi pengguna masih bisa mendengar kondisi di sekelilingnya. Apalagi kalau volume-nya dimaksimalkan, beuh asyik banget rasanya.

Nyaman dilihat, tapi warnanya kalah dari layar OLED


Walau pengalaman bermainnya terasa imersif, ada perbedaan kualitas visual yang cukup terlihat antara layar virtual ROG Xreal R1 Edition 20 dan layar OLED pada ROG Xbox Ally X20.

Perbedaan tersebut paling kentara pada reproduksi warnanya. Mobil berwarna merah di Forza Horizon 5 terlihat pekat dan menarik pada layar OLED konsol. Namun, warna merah yang sama terlihat lebih pucat ketika ditampilkan melalui ROG Xreal R1 Edition 20.

Begitu juga saat game menampilkan suasana perkotaan. Warna bangunan, jalan, dan lingkungan pada layar virtual tidak terlihat sehidup panel OLED ROG Xbox Ally X20.


Namun, dari sisi kenyamanan mata, tidak ada masalah berarti selama pemakaian singkat. Tampilan game masih dapat dilihat dengan nyaman, termasuk buat kami yang memiliki mata minus dan silinder.

Catatan lainnya, kabel USB-C sepanjang 1,2 meter harus terus tersambung ke konsol selama kacamata digunakan. Hal ini cukup membuat pergerakan sedikit terbatas, meski jadinya tidak perlu memikirkan baterai kacamata yang habis saat bermain.

Untuk sekarang, ROG Xreal R1 Edition 20 tersedia di Indonesia sebagai bagian dari ROG Xbox Ally X20 Bundle yang dibanderol Rp46.999.000. Paket tersebut juga berisi ROG Xbox Ally X20, dbrand Killswitch edisi khusus, Pelican Protector Case, serta adaptor charger 68W. 

FAQ Artikel

Berapa ukuran layar virtual yang dihasilkan ROG Xreal R1 Edition 20?

Kacamata AR ini dapat menampilkan layar virtual hingga berukuran 171 inci dari jarak sekitar empat meter menggunakan panel Sony Micro-OLED.

Apakah ROG Xreal R1 Edition 20 memerlukan baterai sendiri?

Tidak, kacamata ini tidak memiliki baterai terpisah. Seluruh dayanya diambil langsung dari konsol atau perangkat terhubung melalui kabel USB Type-C.

Apa saja mode tampilan pergerakan layar yang tersedia?

Terdapat dua mode berbasis teknologi 3DoF, yaitu Follow Mode (layar terus mengikuti gerakan kepala) dan Anchor Mode (layar terpaku pada posisi tertentu).

Berapa harga paket ROG Xreal R1 Edition 20 di Indonesia?

Perangkat ini dijual dalam paket ROG Xbox Ally X20 Bundle di Indonesia dengan harga Rp46.999.000.

Muhammad Faisal Hadi Putra

Muhammad Faisal Hadi Putra

Jurnalis

Suka ngulik teknologi, gadget, dan game. Buat saya, yang menarik bukan cuma spesifikasi dan fitur, tapi juga pengalaman saat mencobanya langsung.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article