icon-category Health

Harbolnas, Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua Agar Anak Tak Konsumtif

  • 12 Dec 2018 WIB
  • Bagikan :

    (Ilustrasi/Unsplash)

    Uzone.id - Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) sudah datang. Ini merupakan kabar gembira untuk kamu yang gemar berburu diskon. Kamu yang sudah punya anak juga mungkin tidak sabar mengajaknya berbelanja mainan murah di Harbolnas.

    Tidak ada yang salah dengan hal itu. Bahkan, psikolog anak, Ayoe Sutomo M.Psi, mengatakan, “Boleh ikutan dan jangan dilarang.”

    Baca: Bukan Kognitif, Kecerdasan Emosi Lebih Menentukan Keberhasilan Anak

    Ayoe mengatakan bahwa ada beberapa manfaat, ketika anak terlibat dalam keseruan Harbolnas. Kesempatan ini mengajarkan anak untuk berbelanja barang-barang kebutuhan utama. Selain itu, anak menjadi tahu bahwa harga barang menjadi lebih murah saat Harbolnas.

    Karena itu, dari jauh hari, orang tua bisa mengajak anak menabung untuk dipakai berbelanja di Harbolnas. “Dengan menyisihkan uang, anak pun belajar mengendalikan keinginan,” ungkap Ayoe.

    Baca: 5 Kegiatan yang Harus Dilakukan Sendiri, Sekali dalam Hidup

    Menahan keinginan merupakan satu hal yang harus diajarkan orang tua ke anak, sehingga anak belajar mengontrol diri. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk masa depan anak.

    Lalu kalau anak sudah tahu bahwa harga barang lebih murah saat Harbolnas, orang tua perlu memberikan batasan dengan menentukan budget belanja. Jangan membiarkan anak bebas memilih.

    “Misalnya bilang bahwa Mama punya budget untuk beli mainan seratus ribu rupiah. Nanti anak yang sudah kelas tiga atau empat sudah muli belajar. Kalau ada mainan harganya seratus lima puluh ribu rupiah, berarti mainan itu tidak termasuk budget,” kata Ayoe.

    Baca: Tulus Mengucapkan Terima Kasih kepada Para Pendengar

    Dengan demikian, anak juga belajar memilih satu barang dari sekian banyak varian. Kalau anak dibebaskan belanja saat Harbolnas, dampaknya akan muncul di massa depan.

    “Pada saatnya nanti, ketika orang tua sudah tidak bisa mendampingi anak, anak harus siap struggling sendiri. Dan bekal apa yang mau orang tua kasih untuk anak supaya bisa struggling di kemudian hari? Itu yang harus diperhatikan,” ungkap Ayoe.

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini