
Uzone.id - PT Pertamina (Persero) secara resmi mengumumkan penyesuaian harga untuk seluruh produk Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi.
Kenaikan harga ini mulai berlaku pada Minggu (1/3), menjelang momen Lebaran dan berdekatan dengan serangan besar-besaran Amerika-Israel ke Iran. Apakah keduanya saling terkait?Langkah penyesuaian harga ini dilakukan Pertamina sebagai implementasi dari Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan perubahan dari Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020.
Keputusan ini mengatur tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum (Bensin dan Minyak Solar) yang disalurkan melalui SPBU.
Kenaikan harga ini berdampak pada berbagai jenis BBM nonsubsidi, mulai dari Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, hingga Pertamina Dex.
Perubahan ini berlaku di wilayah-wilayah utama seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten, dengan sedikit perbedaan harga di daerah lain seperti Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
Sementara itu, harga untuk BBM bersubsidi, yaitu Pertalite (Rp 10.000 per liter) dan Solar Subsidi (Rp 6.800 per liter), dipastikan tidak mengalami perubahan.
Berikut adalah perbandingan harga BBM Pertamina (nonsubsidi) untuk wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten:
|
Jenis BBM |
Harga Lama (Bulan Lalu) |
Harga Baru (Maret 2026) |
Kenaikan |
|
Pertamax (RON 92) |
Rp 11.800 per liter |
Rp 12.300 per liter |
Rp 500 |
|
Pertamax Turbo |
Rp 12.700 per liter |
Rp 13.100 per liter |
Rp 400 |
|
Pertamax Green 95 |
Rp 12.450 per liter |
Rp 12.900 per liter |
Rp 450 |
|
Dexlite |
Rp 13.250 per liter |
Rp 14.200 per liter |
Rp 950 |
|
Pertamina Dex |
Rp 14.200 per liter |
Rp 14.500 per liter |
Rp 300 |