
Uzone.id - Isu harga smartphone di tahun 2026 yang bakalan naik mungkin tidak berlaku buat smartphone flagship yang akan datang, Samsung Galaxy S26 Series. Samsung kabarnya tidak akan menaikkan harga Galaxy S26 Series yang prediksinya akan rilis pada Maret mendatang.
Sebelumnya, banyak analis yang memprediksi kenaikan harga Samsung Galaxy S26 Serues tidak dapat dihindari. Hal itu disebabkan oleh naiknya biaya komponen dan nilai tukar mata uang Won yang sedang melemah.Namun, dilaporkan Maeil Business Newspaper, Samsung akhirnya memutuskan untuk mempertahankan harga jual smartphone flagship terbarunya agar tetap sama dengan generasi sebelumnya.
Alasan utamanya, seperti dikutip Uzone.id pada Sabtu (3/1), Samsung khawatir pangsa pasar mereka bakal dicaplok oleh Apple. Belum lagi serbuan merek-merek asal China yang inovasi dan harganya kian agresif.
Kalau kabar ini valid, maka berikut ini prediksi daftar harga Samsung Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra untuk model terendah dengan memori 256 GB nanti:
Laporan yang sama juga menyebutkan, kalau harga Samsung Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8 bakalan tetap sama seperti sebelumnya. Kedua smartphone lipat ini diperkirakan melenggang resmi pada Juli 2026 mendatang.
Nantinya, Samsung Galaxy Z Flip8 akan dibanderol dengan harga USD1.099 atau sekitar Rp17 jutaan, sedangkan Galaxy Z Fold8 dijual USD1.999 atau Rp31 jutaan.
Tapi, Galaxy A tetap naik
Walau harga flagship ditahan, Samsung tampaknya tetap butuh cara untuk menutupi kenaikan biaya produksi komponen. Kabar buruknya, seri menengah yang akan terdampak.
Samsung kabarnya akan menerapkan strategi subsidi silang, dimana perusahaan akan menaikkan harga beberapa model di lini Galaxy A Series,
Strategi ini tampaknya untuk meminimalkan reaksi negatif konsumen dengan mempertahankan harga flagship, sambil melindungi pendapatan dengan menaikkan harga di segmen kelas menengah dan low-end ke bawah.