
Hiperglikemia adalah kondisi di mana kadar gula darah dalam tubuh yang tinggi. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin maupun akibat resistensi insulin, yaitu hormon yang dilepas oleh pankreas. Orang yang mengalami hiperglikemia, biasanya penderita diabetes tipe 2, dapat mengalami koma hingga kematian.
Penderita diabetes dapat menjadi hiperglikemia jika mereka tidak menjaga kadar glukosa darah di bawah kontrol (dengan menggunakan insulin, obat-obatan, dan perencanaan makanan yang sesuai). Misalnya, jika seseorang dengan diabetes tipe 1 tidak cukup mengonsumsi insulin sebelum makan, glukosa yang dihasilkan tubuh mereka dari makanan dapat terbentuk dalam darah mereka dan menyebabkan hiperglikemia.
Ahli endokrinologi Anda akan memberi tahu Anda kadar glukosa darah target Anda. Tingkat Anda mungkin berbeda dari apa yang biasanya dianggap normal karena usia, kehamilan, atau faktor lainnya.
Hiperglikemia yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang. Komplikasi tersebut meliputi:
Jika Anda memiliki diabetes tipe 1, penting untuk mengenali dan mengobati hiperglikemia karena jika tidak diobati dapat menyebabkan ketoasidosis. Kondisi ini terjadi ketika Anda tidak memiliki cukup insulin dalam tubuh Anda.
Ketika ini terjadi, glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel Anda untuk menjadi energi. Tingkat gula darah Anda meningkat dan tubuh Anda mulai memecah lemak untuk energi. Proses ini menghasilkan asam yang dikenal dengan keton. Sel tubuh harus menggunakan keton sebagai sumber energi. Keton yang berlebihan akan menumpuk alam darah dan akhirnya menyatu dengan urine.
Menurut American Diabetes Association, ketoasidosis lebih sering terjadi pada orang dengan diabetes tipe 1. Dapat juga terjadi pada diabetes tipe 2 namun jarang terjadi. Hal ini bisa menjadi serius jika tidak diobati, dapat menyebabkan koma diabetik dan bahkan kematian.
Gejala ketoasidosis mirip dengan hiperglikemia, yaitu:
Selain itu, sakit perut, mual, muntah, dan kebingungan bisa menyertai ketoasidosis. Jika Anda memiliki beberapa gejala berikut segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan medis yang sesuai. Sebaiknya jika Anda memiliki diabetes, periksa kadar keton dalam tubuh Anda secara teratur.
Hiperglikemia bisa menjadi parah pada orang dengan diabetes tipe 2 karena dapat memiliki komplikasi lain yaitu sindrom hiperosmolar hiperglikemik nonketotik. Kondisi ini terjadi ketika orang memproduksi insulin, tetapi tidak bekerja dengan benar. Kadar glukosa darah bisa menjadi sangat tinggi yaitu lebih besar dari 600 mg/dL. Karena insulin dapat dihasilkan tapi tidak bekerja dengan benar, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa atau lemak untuk menjadi energi.
Tubuh Anda kemudian menyalurkan glukosa ke dalam urine, menyebabkan peningkatan buang air kecil. Jika tidak diobati, diabetes sindrom hiperglikemik hiperosmolar nonketotik dapat menyebabkan dehidrasi yang mengancam jiwa dan koma. Pengobatan medis yang secepat mungkin sangat penting untuk dilakukan.
Untuk menghindari sindrom hiperosmolar hiperglikemik nonketotik, Anda harus terus mencermati kadar glukosa darah Anda. Jika Anda memiliki kesulitan menjaga gula darah Anda dalam rentang yang diinginkan, konsultasikan hal ini dengan dokter Anda. Dokter akan membantu Anda untuk membuat perubahan pola hidup yang lebih baik.
Gejala yang mungkin muncul yaitu:
The post Hati-Hati, Gula Darah Tinggi Dapat Menyebabkan Kematian! appeared first on Hello Sehat.