icon-category Digilife

Hati-hati, Mainan Anak-anak pun Tak Luput Dari Serangan Siber

  • 04 Mar 2024 WIB
Bagikan :

Uzone.id – Tidak hanya orang dewasa saja yang jadi target kejahatan di dunia maya, anak-anak pun kini menjadi target empuk para penjahat siber.

Baru-baru ini Kaspersky menemukan sebuah fakta dimana penjahat siber menargetkan robot mainan berbasis Android yang digunakan oleh anak-anak, temuan ini disampaikan dalam salah satu sesi di Mobile World Congress (MWC) 2024.

Kerentanan dari mainan pintar tersebut memungkinkan peretas mengambil kendali sistem mainan dan menyalahgunakannya.

Para peretas menggunakan robot ini untuk berkomunikasi secara diam-diam dengan anak-anak melalui obrolan video tanpa izin orang tua. Risikonya tentu tak kalah besar, penjahat siber mengincar informasi detail sensitif seperti nama pengguna, jenis kelamin, usia, dan bahkan lokasi mereka.

Mainan robot Android yang saat ini mulai digunakan oleh anak-anak biasa dilengkapi dengan teknologi AI, kamera video dan mikrofon internal. 

Nah, biasanya AI digunakan untuk berinteraksi dengan anak-anak berdasarkan nama dan menyesuaikan responnya berdasarkan suasana hati anak.

Orang tua juga diharuskan mendownload aplikasinya ke perangkat seluler untuk memantau perkembangan aktivitas belajar anak bahkan melakukan panggilan video dengan anak melalui robot.

Sayangnya, hal ini tidak dibarengi dengan keamanan yang mumpuni. Kaspersky menemukan adanya celah dimana API yang bertanggung jawab untuk meminta informasi, tidak memiliki penegakan otentikasi. Otentikasi sendiri digunakan untuk mengkonfirmasi siapa saja yang bisa mengakses jaringan kalian.

Nah, celah inilah yang membuat penjahat siber bisa mengakses berbagai jenis data, termasuk nama anak, usia, jenis kelamin, negara tempat tinggal, dan bahkan alamat IP mereka. Hacker juga bisa mengendalikan robot dari jarak jauh dan membuat perangkat lepas dari kendali pemiliknya.

Yang lebih menyeramkan, penjahat siber ini bisa mengeksploitasi kamera dan mikrofon robot, melakukan panggilan langsung ke pengguna, tanpa melewati otorisasi yang diperlukan dari akun wali. 

“Jika seorang anak menerima panggilan ini, penyerang dapat berkomunikasi secara diam-diam, tanpa persetujuan orang tua. Dalam kasus seperti ini, penyerang dapat memanipulasi pengguna, berpotensi memancing mereka keluar dari rumah atau mempengaruhi mereka untuk melakukan perilaku berisiko,” kata perwakilan Kaspersky, dikutip dari keterangan tertulis, Senin, (04/03).

Oleh karena itu, para orang tua diharapkan untuk selalu memperhatikan mainan pintar anak-anak mereka termasuk riset lebih dulu sebelum membeli, memperhatikan izin aplikasi, selalu memperbarui perangkat dan mematikan perangkat saat tidak digunakan.

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini