Hati-hati WhatsApp Web Diambil Alih, Segera Lakukan Cara Ini
Celah keamanan HermeticReader pada ekstensi browser mengancam pengguna WhatsApp Web. Segera cek perangkat tertaut dan beralihlah ke aplikasi resmi.

Ilustrasi WhatsApp Web (Foto: AI generated-content)
Highlight Artikel
- Celah keamanan HermeticReader mengancam pengguna WhatsApp Web melalui ekstensi Adobe Acrobat PDF di browser Chromium.
- Peretas dapat membaca isi percakapan, mengirim file berbahaya, hingga menukar kode QR ketika pengguna menautkan perangkat baru.
- Pengguna disarankan untuk rutin memeriksa menu Linked Devices dan segera mengeluarkan perangkat yang tidak dikenali.
- Beralih ke aplikasi resmi WhatsApp terpisah untuk Windows atau macOS merupakan langkah pencegahan yang sangat dianjurkan.
Daftar Isi
Apalagi, risiko tersebut kayaknya bisa saja dialami oleh siapa pun, setelah ditemukannya celah keamanan HermeticReader pada ekstensi Adobe Acrobat PDF untuk Google Chrome dan browser berbasis Chromium lainnya.
Ancaman Celah Keamanan HermeticReader
Celah yang tercatat sebagai CVE-2026-48294 itu memungkinkan situs berbahaya membaca isi WhatsApp Web, bahkan menukar kode QR ketika pengguna menautkan perangkat baru.
Bila kode QR palsu tersebut dipindai, sesi milik penyerang yang justru tersambung ke akun WhatsApp korban. Dari sana, pelaku berpotensi mendapatkan akses penuh terhadap akun yang diambil alih.
“Peretas bisa bertindak seolah-olah Anda, membaca chat, membalas pesan, mengirim file, dan melanjutkan percakapan yang sudah terbuka untuk menipu kontak Anda,” jelas Alfons Tanujaya, pengamat keamanan siber dari Vaksincom, dalam keterangan yang kami terima.
“Informasi percakapan pribadi, grup, nama kontak, nomor telepon, foto profil, file media, dokumen, data kerja, informasi bisnis, negosiasi invoice, dan informasi sensitif lain bisa diakses oleh peretas,” lanjutnya.
Bukan cuma membaca percakapan, pelaku juga dapat mengirim pesan dan file berbahaya kepada kontak maupun grup WhatsApp korban. Serangan semacam ini jauh lebih sulit dikenali, karena pesan benar-benar dikirim dari akun milik korban, bukan menggunakan nomor lain yang sekadar memasang nama dan foto profil serupa.
Pelaku juga dapat melanjutkan percakapan yang sudah berlangsung. Dengan membaca konteks chat sebelumnya, modus penipuan yang dilakukan bisa terlihat lebih meyakinkan.
“Social engineering menjadi jauh lebih efektif karena pesan datang dari nomor Anda yang sudah dikenal, bukan dalam bentuk pemalsuan foto profil dengan nomor yang berbeda,” kata Alfons.
“Mengambil alih akun lain yang menggunakan WhatsApp sebagai sarana verifikasi. Kode OTP yang masuk ke WhatsApp ikut terbaca,” sambungnya.
Cara Cek Perangkat yang Terhubung ke WhatsApp
Untuk memastikan tidak ada pihak luar yang mengakses akun WhatsApp Web, kalian dapat memeriksa menu Perangkat Tertaut atau Linked Devices di aplikasi WhatsApp pada smartphone.
Caranya, buka WhatsApp, kemudian tekan tiga titik di sudut kanan aplikasi, dan pilih Linked Devices. Di bagian tersebut, akan terlihat seluruh komputer, browser, tablet, atau smartphone lain yang tersambung ke akun WhatsApp kalian.
Periksa satu per satu perangkat yang tercantum. Jika menemukan browser, sistem operasi, waktu akses, atau perangkat yang tidak dikenali, segera putuskan aksesnya dengan menekan perangkat tersebut dan pilih Log Out.
“Buka Settings, kemudian Linked Devices untuk memastikan hanya perangkat yang Anda kenal yang bisa membuka dan mengakses WhatsApp. Jika ada perangkat yang tidak dikenal, segera putuskan,” saran Alfons.
Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan secara berkala, bukan hanya saat akun memperlihatkan aktivitas mencurigakan. Beberapa tanda yang bisa diperhatikan antara lain pesan yang tiba-tiba sudah terbaca, adanya chat yang tidak pernah dikirim, atau kontak yang mengaku menerima pesan aneh dari akun tersebut.
Gunakan Aplikasi Resmi WhatsApp
Buat kalian yang masih menggunakan WhatsApp Web, pertimbangkan untuk beralih ke aplikasi WhatsApp untuk Windows atau macOS saja. Dengan menggunakan aplikasi terpisah, WhatsApp tidak berada di dalam lingkungan browser yang sama dengan berbagai ekstensi lainnya, termasuk Adobe Acrobat PDF.
Sementara untuk lingkungan perusahaan, tim IT disarankan memeriksa seluruh ekstensi yang terpasang pada browser karyawan. Ekstensi yang mempunyai izin mengakses semua situs perlu menjadi prioritas untuk ditinjau. Perusahaan juga dapat membatasi pemasangan ekstensi yang tidak dikelola melalui kebijakan perangkat.
Adapun, pengguna yang memasang ekstensi Adobe Acrobat PDF perlu memeriksa versi yang terkini. Menurut Vaksincom, versi yang terdampak celah HermeticReader adalah 26.5.2.2 dan versi sebelumnya. Sementara versi yang telah mendapatkan tambalan keamanan adalah 26.5.2.3 atau yang lebih baru.
Untuk memeriksanya di Google Chrome, ketik chrome://extensions pada kolom alamat browser. Pengguna Microsoft Edge dapat membuka edge://extensions, kemudian cari Adobe Acrobat PDF, dan buka bagian detail untuk melihat nomor versinya.
“Hindari menginstal ekstensi apa pun yang tidak benar-benar diperlukan di browser. Logikanya sederhana, makin sedikit aplikasi dan ekstensi terinstal, makin sedikit pintu masuk yang harus Anda jaga,” pungkas Alfons.
FAQ Artikel
Apa itu celah keamanan HermeticReader?
HermeticReader adalah celah keamanan berkode CVE-2026-48294 pada ekstensi Adobe Acrobat PDF di browser Chromium yang memungkinkan pihak luar membaca data penting pada WhatsApp Web.
Bagaimana peretas bisa mengambil alih akun lewat celah ini?
Peretas dapat menukar kode QR ketika pengguna menautkan perangkat baru. Jika kode palsu terpindai, akun WhatsApp korban akan terhubung langsung ke sesi milik peretas.
Bagaimana cara mengeluarkan perangkat mencurigakan dari WhatsApp?
Buka menu Linked Devices atau Perangkat Tertaut pada WhatsApp smartphone, periksa daftar yang ada, lalu klik pada perangkat tidak dikenal dan pilih opsi Log Out.
Bagaimana langkah pencegahan terbaik agar terhindar dari celah ini?
Beralihlah menggunakan aplikasi resmi WhatsApp untuk Windows atau macOS, perbarui versi ekstensi Adobe Acrobat ke versi terbaru, serta hindari menginstal ekstensi yang tidak penting.

