icon-category Travel

Hawaii, Pulau Cantik yang 35 Tahun Banjir Lava Panas

  • 07 May 2018 WIB
  • Bagikan :

    Setelah Bali, tahun ini giliran Hawaii yang dilanda gelojak gunung meletus, tepatnya di Gunung Kilauea pada Kamis (3/5).

    Kilauea merupakan satu dari lima gunung berapi aktif di pulau indah itu.

    Gunung setinggi 1.247 mdpl itu terakhir kali meletus pada tahun 2017, meski sejak letusan hebat pada tahun 1983 aliran lava panas terus keluar dari perutnya.

    Lava panas yang mengalir selama 35 tahun tentu saja merusak pemukiman dan perkebunan yang ada di sekitarnya.

    Industri pariwisata Hawaii sempat lesu karena turis takut datang.

    Tapi dua pengusaha perhotelan, Benjamin Pitman dan George Lycurgus, mengubah persepsi tersebut dengan membangun Volcano House, hotel dengan pemandangan lava panas.

    Bisa dibilang Volcano House merupakan satu-satunya tempat menginap yang bernyali, karena berbatasan langsung dengan Taman Nasional Hawai?i Volcanoes, tempat dua gunung berapi besar yang aktif, Kilauea dan Mauna Loa, berada.

    Volcano House juga menawarkan kegiatan mendaki gunung untuk melihat aliran lava panas dari dekat. Saat ini hotel tersebut berhenti beroperasi sementara karena muncratan Kilauea yang sedang dahsyat-dahsyatnya.

    Setiap tahunnya sebanyak 2,6 juta turis mendatangi Gunung Kilauea. Jika sedang tak bergejolak, turis bisa mendaki atau melihat gunung dari jauh melalui teropong di balkon pemantauan milik Museum Thomas A. Jaggar.

    Meletusnya Kilauea pada minggu kemarin memang membuat resah, namun tak sampai membuat turis membatalkan kunjungannya, sepeti yang dikatakan oleh Direktur Eksekutif Badan Pariwisata Hawaii Ross Birch.

    Kona dan Hilo, dua kota besar yang menjadi lokasi dua bandara tersibuk di Hawaii masih dibuka hingga hari ini.

    "Dua kota itu merupakan yang paling ramai dan jaraknya cukup jauh dari Gunung Kilauea. Bisa dibilang industri pariwisata di Hawaii tak terdampak letusan gunung," kata Birch seperti yang dikutip dari USA Today pada Senin (7/5).

    Hotel dan restoran masih ramai, begitu juga dengan tur helikopter mengelilingi gunung berapi.

    Dari atas kendaraan udara itu, turis bisa menyaksikan muncratan Kilauea dengan batas aman yang ditetapkan pemerintah setempat.

    Selain aturan mendekat di udara, pemerintah setempat juga melarang orang yang tak berkepentingan mendekati kawasan paling dekat dengan aliran lava panas, yakni Leilani Estates.

    "Jika tak ingin ke Hawaii karena Kilauea, turis tetap bisa berwisata ke pulau tetangga, seperti Oahu atau Maui," ujar Birch.

    Berita Terkait

    Tags : Hawaii 

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini