Home
/
Automotive

Head Unit Mobil Berbasis Android Dibidik Malware, Ini Risikonya

Sistem infotaintment mobil berbasis Android memang canggih dan praktis. Namun, Kaspersky menemukan celah keamanan yang rentan.

    Head Unit Mobil Berbasis Android Dibidik Malware, Ini Risikonya

Bagikan :

Uzone.idMobil-mobil kekinian seolah sudah wajib punya layar, yang biasanya besar, berisi informasi seputaran mobil, sistem hiburan, sampai media pengoperasian sejumlah fitur di mobil.

Terlihat canggih dan praktis kan? Namun, di balik kecanggihan fitur infotainment tersebut, tersimpan celah keamanan serius yang mulai dilirik oleh para peretas. 



Riset terbaru dari Kaspersky, dikutip Uzone.id, menyoroti ancaman nyata berupa malware yang menyasar sistem infotainment berbasis Android pada kendaraan bermotor.

Temuan Kaspersky mengungkap bahwa serangan ini secara spesifik mengeksploitasi sistem infotainment yang menggunakan perangkat lunak dari vendor asal China, DoFun. 

Software tersebut diketahui telah terpasang pada lebih dari 30 juta unit kendaraan di seluruh dunia, sehingga risiko penyebaran ancaman ini tidak bisa dipandang sebelah mata. 

Malware yang menginfeksi perangkat ini diberi nama PlayPraetor. Meski sebelumnya dikenal sebagai ancaman bagi perangkat Android konvensional, varian terbaru program jahat ini telah dimodifikasi agar mampu menembus sistem pada head unit mobil.

Modus operandi yang digunakan peretas memanfaatkan celah pada aplikasi bernama TWCore. 

Dalam ekosistem kendaraan, aplikasi ini sebenarnya berfungsi sebagai komponen resmi untuk melakukan pembaruan software head unit. 

Sayangnya, mekanisme pembaruan tersebut diduga kuat telah disalahgunakan untuk menyuntikkan kode berbahaya ke dalam sistem. 

Begitu berhasil masuk, malware ini leluasa melakukan berbagai aktivitas, seperti mengumpulkan data perangkat, mengeksekusi perintah dari server pengendali, mengunduh kode tambahan, hingga menjadikan head unit sebagai bagian dari jaringan proxy atau botnet.

Kaspersky menegaskan bahwa temuan ini adalah pengingat keras bahwa risiko keamanan mobil masa kini tidak lagi terbatas pada sektor mesin atau kelistrikan saja, tetapi telah merambah ke sektor digital. 

Meski begitu, ancaman ini tidak lantas berarti semua mobil dengan sistem Android otomatis dalam bahaya besar. 

Kaspersky menekankan bahwa kasus ini terbatas pada head unit yang menggunakan software DoFun, sehingga tidak relevan jika digeneralisasi ke seluruh kendaraan berbasis Android.

Pihak terkait telah merespons ancaman ini dengan menyediakan pembaruan sistem untuk menutup celah keamanan yang ada. 



Langkah ini sangat krusial bagi pemilik kendaraan untuk meminimalisir risiko peretasan. Sebagai langkah preventif tambahan, pemilik mobil diimbau untuk lebih selektif saat mengunduh aplikasi atau menghubungkan perangkat eksternal ke sistem kendaraan. 

Penggunaan software dari sumber resmi dan kewaspadaan dalam menginstal aplikasi pihak ketiga menjadi kunci utama untuk menjaga keamanan sistem infotainment tetap terjaga dan terhindar dari serangan siber yang merugikan.

Bagja Pratama

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article