
Uzone.id – Taylor Swift mencetak rekor baru lewat album terbarunya ‘The Life of A Showgirl’. Album tersebut telah terjual sebanyak 2,7 juta kopi hanya dalam 24 jam di AS.
Dan, hanya dalam lima hari sejak perilisannya telah berhasil terjual lebih dari 3,5 juta kopi di AS. Di tengah kesuksesan penjualan albumnya, Taylor Swift turut diterpa isu negatif.Pelantun “Cruel Summer” tersebut dituding gunakan AI untuk video promosi album barunya.
Untuk mempromosikan album ‘The Life of A Showgirl’ ini, Taylor Swift mengajak penggemar berburu harta karun. Penggemar diajak untuk menemukan 12 pintu oranye yang tersebar di 12 kota berbeda di seluruh dunia.
Dua belas kota tersebut adalah Berlin, Barcelona, Paris, Milan, London, Melbourne, Santa Monica, New York, Nashville, Chicago, Beverly Grove, dan Las Vegas.
Setelah pintu dibuka, mereka dapat memindai kode QR yang akan mengarahkan ke video YouTube Shorts. Ternyata, saat dibuka, setiap pintu akan menampilkan video lirik untuk single ‘The Fate of Ophelia’.
Namun, saat menonton video tersebut, banyak penggemar yang malah salah fokus dengan kualitas video yang diklaim memiliki ciri khas seperti video yang memang dibuat menggunakan AI.
Sebuah video menampilkan sebuah bar bergaya Art Nouveau dengan bingkai foto di dinding yang menampilkan gambaran samar sebuah rumah. Sebuah buku juga kehilangan huruf-hurufnya, dan jari tengah bartender menyatu dengan serbet oranye yang ia letakkan di atas bar.
Bukan hanya itu saja, penggemar di Barcelona bahkan menemukan sebuah video di mana mereka diarahkan ke video pusat kebugaran di gedung tinggi dengan beban dan pegangan yang tidak sejajar.
Meskipun banyak yang beranggapan bahwa beberapa klip promosi tersebut memang terlihat seperti hasil rekayasa komputer, sampai saat ini belum ada kejelasan apakah video-video tersebut memang benar-benar dibuat menggunakan AI atau tidak.
Pihak Taylor Swift sendiri belum memberikan tanggapan resmi mengenai dugaan yang tengah beredar ini. Video Shorts tersebut juga tidak lagi dapat ditonton sebab sudah dihapus.
Apabila terbukti Taylor Swift menggunakan AI untuk memproduksi video tersebut, kemungkinan besar teknologi yang dipakai adalah produk AI dari Google.
Kecurigaan ini didukung oleh fakta bahwa sebelum kontroversi mencuat, Google sempat mengunggah gambar 'pintu oranye' yang disertai angka 12, sama persis dengan elemen kunci dalam perburuan harta karun untuk album ‘The Life of A Showgirl’ .
Di sisi lain, langkah ini juga dinilai sebagai peluang bagi Google untuk memamerkan kemampuan generator video AI mereka kepada jutaan penggemar Taylor Swift serta khalayak umum.
Mengapa penggemar Taylor Swift merasa kecewa?
Penggunaan AI dalam promosi sebetulnya bukan hal baru. Namun, hal ini menimbulkan kekecewaan di kalangan penggemar sebab sebelumnya Taylor Swift secara terbuka pernah menyuarakan pandangannya mengenai bahaya deepfake AI, serta risiko AI yang berpotensi menggantikan tenaga kerja dan kreativitas manusia.
Taylor Swift sendiri pernah menjadi korban rekayasa AI ketika sebuah gambar hasil manipulasi AI menampilkan dirinya seolah-olah mengaku mendukung Donald Trump selama kampanye pemilihannya.
Di sisi lain, saat ini juga sedang berlangsung banyak gugatan terkait hak cipta antara seniman dengan perusahaan teknologi.
Sebagai contoh, perusahaan AI Anthropic kalah dalam upayanya untuk membatalkan sebagian gugatan hak cipta yang diajukan oleh penerbit musik yang dipimpin oleh Universal Music Group. Gugatan ini menuding Anthropic menyalahgunakan lirik lagu dalam proses pelatihan model AI mereka.
Melihat hal ini, pengguna Reddit mengatakan bahwa Taylor Swift “tidak peka”, sementara yang lain menuliskan bahwa penyanyi asal AS tersebut “terlalu kaya” untuk ini.