
-
Gangguan tiroid tak hanya menyerang orang dewasa. Anak-anak pun tak luput dari penyakit tidak menular yang menyerang kelenjar tiroid ini. Hipotiroid kongenital (HK) merupakan gangguan tiroid yang umum dialami anak.
Tak main-main, HK tak cuma membawa dampak pada keluhan-keluhan fisik. Ahli endokrin anak, dr Andi Nanis Sacharina mengatakan, HK memiliki dampak menakutkan lantaran turut memengaruhi perkembangan mental anak.
"Pernah enggak terbayang anak seperti menyimpan bom waktu? Umur 2-3 bulan dia senyum tapi pandangannya kosong, enggak bisa tengkurap, ternyata anak punya hipotiroid kongenital," kata Nanis kepada awak media, beberapa waktu lalu.
Lihat juga:Kenali Ragam Jenis Gangguan Tiroid |
Lihat juga:Wanita Rentan Terserang Penyakit Tiroid |
Prosedur SHK berlaku sama bagi siapa pun tanpa mengenal usia. Sampel darah pasien akan diambil. Bila positif, maka pengobatan bisa dilakukan lebih cepat sebelum bayi berumur 1 bulan. Pemeriksaan dan pengobatan dini mencegah anak mengalami keterbelakangan mental.
SHK juga tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes) Nomor 78 Tahun 2014 tentang Screening Hipotiroid Kongenital. Dasar hukum ini menjadikan SHK wajib dilakukan pada bayi baru lahir.
Kendati demikian, Nanis menyayangkan masih banyaknya orang tua yang melakukan skrining. Padahal, hal tersebut akan berdampak pada kehidupan anak ke depan.
"Skrining kadang tidak dikerjakan. Ini [skrining SHK jadi] PR kita untuk menyelamatkan otak anak," pungkas Nanis.
[Gambas:Video CNN]