icon-category Auto

Honda Dapat Konsesi, Marc Marquez Nyesel Pindah ke Ducati?

  • 14 Dec 2023 WIB
Bagikan :

Uzone.id - Saat ini MotoGP telah menerapkan sistem peringkat baru yang memberikan empat kelompok konsesi teknis yang berbeda berdasarkan poin konstruktor. Honda dan Yamaha menjadi dua tim yang mendapatkan konsesi karena kurang kompetitif di kejuaraan konstruktor.

Dilansir dari Crash, sistem peringkat baru menentukan tim yang mendapatkan konsesi adalah yang memiliki poin di bawah 35 persen maksimum konstruktor. Dalam hal ini, Yamaha mendapatkan 27 persen dan Honda berada di 25 persen yang membuat keduanya berada di peringkat D.

Berada di peringkat D memungkinkan Honda dan Yamaha membuka berbagai fasilitas teknis maksimum. Fasilitas yang terbuka mulai dari pengujian pribadi dengan pebalap, lebih banyak mesin, pengecualian pembekuan desain meisin, dan pembaruan aero.

Marc Marquez sendiri mendukung revisi konsesi yang baru, bahkan pebalap bernomor 93 itu meyakini hal ini dapat meningkatkan proyek Yamaha dan Honda.

alt-img

"Tentu saja, saya pikir jika Anda memiliki kemungkinan untuk mengembangkan mesin dan mengubah lebih banyak parameter, Anda memiliki lebih banyak pilihan untuk mencapai level (atas)," ujar Marc Marquez.

"Jadi tentu saja, ini tidak hanya akan membantu saya, tapi juga semua proyek Honda dan Yamaha," lanjutnya.

Namun dengan adanya konsesi yang diberikan kepada Honda dan Yamaha, tidak mengubah pikirannya untuk pindah ke Gresini Ducati.

"Saat saya megnambil keputusan (pindah), bahwa 90-95 persen Honda akan mendapat kelonggaran untuk tahun 2024," jelasnya.

Dengan beralih ke Desmosedici, Marc Marquez dan tim barunya menjadi pabrikan yang mendapatkan pengurangan fasilitas teknis di MotoGP.

Diketahui Ducati mengklaim 96 persen poin konstruktor maksimum, hal ini membuat Ducati masuk ke peringkat A. Artinya pabrikan Borgo Panigale itu akan mendapatkan pengurangan dalam pengujian ban dan tidak ada wild card.

Meski demikian, Marc Marquez mendukung upaya untuk menyamakan pabrikan lewat konsesi.

"Bagi saya, penting untuk menyetarakan produsen. Apalagi karena saya yakin itu lebih baik untuk pengendara. Jika Anda memiliki satu motor dengan perbedaan besar, pengendara akan mencari motor itu," ungkapnya.

"Jika Anda memiliki beberapa pabrikan dengan level yang setara, maka pebalap akan menjadi semakin penting. Tapi ya, bagus jika kejuaraan ini memiliki pabrikan yang berbeda (di depan)," lanjutnya.

Meski demikian, menurut Marquez konsesi yang didapatkan Honda tidak membuat segalanya menjadi mudah. Honda masih harus mencari tahu untuk menggunakan konsesi dengan cara yang tepat, agar bisa kembali bersaing.

Marquez tidak meragukan kemampuan Honda untuk dapat berada di puncak MotoGP. Namun dengan umurnya yang bertambah tua, membuat Marquez tidak bisa menunggu lebih lama.

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini